Ratu Elizabeth II tutup usia pada usia 96 tahun di Kastel Balmoral, Skotlandia.
Pangeran Charles yang kini bergelar Raja Charles III ini mengungkapkan sosok pendahulunya.
Ia menyebut Ratu Elizabeth II tidak hanya penguasa yang disayangi, tetapi juga ibu yang sangat dicintai dan akan dirindukan di seluruh dunia.
Baca: Urutan Pewaris Takhta Kerajaan Inggris Selanjutnya setelah Meninggalnya Ratu Elizabeth II
Inilah pernyataan lengkap Istana Buckingham setelah Pangeran Charles naik takhta menjadi Raja Charles III usai kematian Ratu Elizabeth II yang berkuasa selama 70, dilansir dari kantor berita AFP:
"Kematian ibunda tercinta, Yang Mulia Ratu, adalah momen kesedihan terbesar bagi saya dan semua anggota keluarga saya."
"Kami sangat berduka atas meninggalnya seorang penguasa yang disayangi dan seorang ibu yang sangat dicintai. Saya tahu kehilangannya akan sangat dirasakan di seluruh negeri, kerajaan, dan Persemakmuran, dan oleh banyak orang di seluruh dunia."
"Selama masa berkabung dan perubahan ini, saya dan keluarga saya akan dihibur dan ditopang oleh pengetahuan kami tentang rasa hormat dan kasih sayang yang mendalam di mana ratu dipegang secara luas."
Dalam aturan suksesi Kerajaan Inggris, disebutkan bahwa "penguasa baru naik takhta segera setelah pendahulunya mangkat".
Oleh karena itu, Charles sebagai putra tertua dengan sendirinya langsung menjadi raja setelah Elizabeth II berpulang.
Kendati demikian, pelantikan Charles kemungkinan baru dilakukan beberapa bulan kemudian
.Sebagai contoh, dalam kasus Elizabeth II, dia baru dilantik 16 bulan setelah ayahnya, Raja George VI, mangkat.
Dikutip dari Associated Press, berikut sejumlah hal yang harus dilakukan sebelum Charles resmi menjadi penguasa Inggris.
—Pada hari kematian raja/ratu meninggal, sang penerus takhta segera diumumkan secara resmi di Istana James, London, oleh Accession Council atau Dewan Suksesi. Dewan ini terdiri atas para pejabat yang berasal dari Privy Council atau Dewan Rahasia. Anggotanya temasuk para menteri kabinet, hakim, dan pemimpin Gereja Inggris.
Baca: Pemegang Paspor Khusus Inggris Dilarang Memerankan Karakter Pangeran William dalam Film Spencer
Baca: Prince Charles Bakal Coret Cucunya dari Daftar Pewaris Takhta, Bagaimana Nasib Anak Kate Middleton?
—Parlemen kemudian memanggil para anggota majelis untuk mengambil sumpah setia kepada raja/ratu yang baru.
—Raja/ratu yang baru akan bersumpah di depan Privy Council di Istana St. James untuk menjaga/mengurus Gereja Skotlandia, sebagaimana Undang-Undang Penyatuan tahun 1707.
—Pernyataan mengenai adanya raja/ratu yang baru kemudian dibacakan secara terbuka di Istana St. James serta Edinburg, Cardiff, dan Belfast yang menjadi ibu kota negara-negara bagian di United Kingdom.
—Pada hari pertama kenaikan takhtanya, Charles harus menyatakan kepada parleman bahwa dia penganut Protestan yang taat. Sumpah ini diwajibkan oleh UU Suksesi tahun 1910.
—Charles juga harus mengambil sumpah pelantikannya sebagai raja, seperti yang ditentukan dalam UU Pewarisan Takhta tahun 1701 dan UU Deklarasi Suksesi.
—Charles harus in communion dengan Gereja Inggris.