Kala itu Gorbachev menjabat sebagai Presiden Uni Soviet, setahun sebelum negara komunis itu runtuh.
Menurut laman resmi Nobel Prize, Gorbachev berhasil membawa Perang Dingin menuju akhir yang damai.
"Pada tahun 1989 ketika Tembok Berlin runtuh, dan Perang Dingin antara Timur dan Barat terhenti. Pada tahun 1990 Komite Nobel mengakui jasa besar Presiden Gorbachev dalam atas hal ini dengan mengganjarnya dengan Hadiah Nobel Perdamaian," demikian pernyataan di laman Nobel Prize.
"Komite Nobel Norwegia telah memutuskan memberikan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Mikhail Sergeyevich Gorbachev, Presiden Uni Soviet, ata peran pentingnya dalam proses perdamaian yang saat ini menjadi ciri penting masyarakat dunia."
Baca: Mikhail Sergeyevich Gorbachev
Gorbachev lahir tahun 1931. Setelah Perang Dunia II berakhir, dia menempuh pendidikan bidang hukum di Moskwa.
Dia memutuskan berkarier sebagai politikus di Partai Komunis. Seiring dengan berjalannya waktu, Gorbachev mulai menganggap bahwa sistem di Uni Soviet tidak efisien.
Pada tahun 1985 Gorbachev terpilih sebagai Sekjen Partai Komunis dan ingin mereformasi komunisme di negaranya.
Baca: Ironi Gorbachev: Dapat Banyak Penghargaan Internasional, Dibenci di Negeri Sendiri
Dia mengenalkan konsep glasnot atau keterbukaan dan perestroika atau restrukturisasi.
Dikutip dari laman History, Gorbachev mengeluarkan banyak kebijakan untuk memperbaiki hubungan Uni Soviet dengan Barat.
Dia mengikuti sejumlah konferensi tingkat tinggi dengan Presiden Amerika Serikat.
Pada konferensi tahun 1987, AS dan Uni Soviet sepakat untuk menyingkirkan rudal jarak menengah mereka di Eropa.
Gorbachev juga mulai menarik mundur pasukan Soviet dari Afganistan tahun 1988.
Baca: Pemimpin Terakhir Uni Soviet Mikhail Gorbachev Meninggal pada Usia 91 Tahun
Selain itu, Gorbachev mendesak Kuba menarik pasukannya dari Angola, dan meminta Vietnam menarik militernya dari Kamboja.
Setahun kemudian dia mengadakan pertemuan dengan Presiden AS George Bush dan menyatakan bahwa Perang Dingin telah usai.
Gorbachev dihormati di Barat karena menjalankan kebijakan "tidak ikut campur" dalam krisis politik yang mendera negara-negara satelit di Eropa Timur tahun 1980-an hingga awal 1990-an.
Ketika Cekoslovakia, Jerman Tumur, dan Polandia mulai bergerak menuju ke sistem politik yang lebih demokratis, Gorbachev menahan intervensi Soviet.
Menurut Komite Nobel, Gorbachev telah memicu banyak perubahan dalam hubungan Barat-Timur.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 27 Maret: Nikita Krushchev Menjadi Perdana Menteri Uni Soviet
"Konfrontasi telah digantikan dengan perundingan. Negara-negara Eropa telah mendapatkan kembali kebebasannya. Perlombaan senjata melambat dan kami melihat proses yang nyata dan aktif ke arah pengendalian dan pembatasan senjata," demikian pernyataan Komite Nobel
"Perubahan-perubahan bersejarah ini muncul dari beberapa faktor, tetapi pada tahun 1990 Komite Nobel ingin memberikan penghargaan kepada Mikhail Gorbachev atas banyak sumbangsihnya yang menentukan."
"Keterbukaan lebih besar yang dibawanya ke masyarakat Soviet juga membantu mendorong kepercayaan internasional."
Baca berita lainnya tentang Mikhail Gorbachev di sini