Gorbachev pernah dilarang menginjakkan kaki di Ukraina selama 5 tahun karena mendukung aneksasi Semenanjung Krimea. Krimea awalnya adalah wilayah Ukraina, tetapi dicaplok oleh Rusia tahun 2014.
Larangan itu diumumkan oleh Dinas Keamanan Ukraina, (22/5/2016).
Menurut juru bicara Gorbachev, Gorbachev berkomentar, "Baiklah, saya tidak pergi ke sana dan saya tidak pergi ke sana."
Sebelumnya, dalam wawancara dengan majalah The Sunday Times, Gorbachev mengaku akan melakukan tindakan yang sama terhadap Krimea jika saat itu dia menjadi pemimpin Rusia.
"Saya selalu mendukung kehendak bebas dari rakyat dan mayoritas di Krimea ingin bersatu kembali dengan Rusia," kata dia dikutip dari CNN International.
Baca: Mikhail Sergeyevich Gorbachev
Dalam aneksasi Krimea, Rusia menggelar referendum yang dianggap kontroversial. Hasilnya, sebagian besar warga Krimea memilih bergabung dengan Rusia.
Aneksasi Krimea juga diikuti dengan penggulingan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yang pro-Rusia.
Tak hanya itu, dalam beberapa pekan, pemberontakan pro-Rusia juga meletus di Ukraina timur dan memperburuk hubungan antara Moskwa dan Barat.
Di mata Barat, Gorbachev adalah sosok yang berperan penting dalam meredakan ketegangan politik antara Rusia dan Barat.
Dia mendapat banyak penghargaan internasional, salah satunya Nobel Perdamaian, karena mendorong perdamaian dunia.
Baca: Pernah Jadi Capres Rusia, Gorbachev Hanya Dapatkan Kurang dari 1 Persen Suara
Menurut laman resmi Nobel Prize, Gorbachev berhasil membawa Perang Dingin menuju akhir yang damai.
"Pada tahun 1989 ketika Tembok Berlin runtuh, dan Perang Dingin antara Timur dan Barat terhenti. Pada tahun 1990 Komite Nobel mengakui jasa besar Presiden Gorbachev dalam atas hal ini dengan mengganjarnya dengan Hadiah Nobel Perdamaian," demikian pernyataan di laman Nobel Prize.
"Komite Nobel Norwegia telah memutuskan memberikan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Mikhail Sergeyevich Gorbachev, Presiden Uni Soviet, atas peran pentingnya dalam proses perdamaian yang saat ini menjadi ciri penting masyarakat dunia."
Gorbachev dihormati di Barat karena menjalankan kebijakan "tidak ikut campur" dalam krisis politik yang mendera negara-negara satelit di Eropa Timur tahun 1980-an hingga awal 1990-an.
Baca: Kisah Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev Meraih Hadiah Nobel Perdamaian 1990
Ketika Cekoslovakia, Jerman Tumur, dan Polandia mulai bergerak menuju ke sistem politik yang lebih demokratis, Gorbachev menahan intervensi Soviet.
Menurut Komite Nobel, Gorbachev telah memicu banyak perubahan dalam hubungan Barat-Timur.
Baca berita lainnya tentang Mikhail Gorbachev di sini