Istri Ferdy Sambo Ketahuan Bohong Soal Penodongan Senjata, Komnas HAM Beri Bantahan Begini

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto kiri: Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik memberikan keterangan pers soal pemanggilan 7 ajudan Kadivpropam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo, Selasa (26/7/2022), Foto kanan: Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, ketahuan berbohong tentang keterangan Brigadir J yang menodongkan senjata kepadanya.

Pernyataan Putri Candrawathi yang mengaku ditodong senjata tersebut dibantah oleh Komnas HAM.

Komnas HAM mendapatkan keterangan dari hasil pemeriksaan bahwa apa yang diucapkan istri Ferdy Sambo tersebut tak berbukti.

Diketahui, Bharada E yang sata itu di rumah dinas Ferdy Sambo hanya mendengar istri mantan Kadiv Propam Polri tersebut berteriak minta tolong.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam sebuah webinar yang dikutip dari Kompas.com, kemarin.

Taufan juga menerangkan, Bharada E tidak mengatakan soal Brigadir J yang menodongan senjata ke pada Putri Candrawathi.

Istri Ferdy Sambo tersbeut, lanjut Taufan, meminta tolong kepada Bharadan E dan Ricky, ajudannya yang lain.

Baca: Bharada E Dicap Tumbal Kasus Brigadir J, Ini Respons Pengacaranya

Baca: Listyo Sigit: 4 Polisi yang Diduga Hambat Penanganan Kasus Brigadir J Ditahan di Tempat Khusus

Taufan juga menegaskan tentang tidak ada saksi yang melihat Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat menodongkan senjata ke istri Ferdy Sambo.

Tak sampai di situ saja, Ricky yang menjadi saksi dalam insiden tersebut juga mengaku tidak melihat secara langsung soal adanya baku tembak.

Taufan menambahakan, Ricky hanya melihat Brigadir J mengacungkan senjata tanpa tahu siapa yang menjadi lawan Brigadir J.

“Jadi selama ini ada keterangan bahwa Yoshua sedang menodongkan senjata (ke istri Ferdy Sambo), dalam keterangan mereka ini enggak ada peristiwa itu,”

“Jadi, saksi yang menyaksikan penodongan itu tidak ada,” jelas Taufan.

Selain itu terkait kabar tentang Ferdy Sambo yang sedang melakukan tes PCR di tempat lain saat insiden baku tembak antar polisi tersebut juga tidak benar.

Ternyata Irjen Ferdy Sambo berangkat satu hari lebih awal sebelum insiden yang menewaskan Brigadir J terjadi.

Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Ferdy Sambo dan Almarhum Brigadir J (HO / Tribun Medan)

Hal ini didapat dari rekaman kamera pengawas atau CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Kan ternyata enggak benar begitu, Pak Sambo sudah datang duluan satu hari sebelumnya (sebelum peristiwa baku tembak). Jadi cerita ini di awal dengan kemudian berkembang atau sebelum ditelusuri itu banyak yang enggak klop," papar Taufan.

Dari hasil penelusuran Komnas HAM ditemukan banyak ketidakcocokan antara keterangan saksi dan barangnukti dengan informasi yang sudah beredar di tengah publik.

Irjen Ferdy Sambo Dijemput Pasukan Brimob Bersenjata Lengkap, Dibawa ke Tempat Khusus

Irjen Ferdy Sambo dijemput pasukan Brimob untuk dibawa ke Mako Brimob terkait pemeriksaan khusus, yang fokus pada pelanggaran kode etik.

Irjen Ferdy Sambo dijemput pasukan Brimob dari Bareskrim Polri pada Sabtu (6/8/2022). Hal itu dilakukan terkait pemeriksaan kasus Brigadir J.

Pernyataan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo terkait dugaan pelanggaran dan ketidakprofesionalitasan dalam menjalankan tugas saat oleh TKP kasus kematian Brigadir J.

Kabar tersebut sekaligus memastikan kedatangan puluhan anggota Brimob ke Bareskrim pada Sabtu (6/8/2022) yakni untuk pengamanan penjemputan Irjen Ferdy Sambo.

Putri Candrawathi

Kolase Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri. Sosok istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Ferdy Sambo juga menjadi sorotan setelah mengaku dilcehkan di rumahnya. (Kolase Twitter/Kompasiana)

Putri Candrawathi adalah istri Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kadiv Propam Polri), Irjen Pol. Ferdy Sambo.

Menjadi istri anggota Polri membuat Putri Cadrawati otomatis menjadi Ibu Bhayangkari.

Sosok Putri sendiri selama ini dikenal sangat peduli dengan anak.

Bahkan, dia pernah berencana membangun TK Kemala Bhayangkari 28 di wilayah Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes pada 2014.

Putri bahkan menyurati Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes demi mewujudkan rencananya tersebut.

Kala itu, suaminya, Ferdy Sambo, masih menjabat sebagai Kapolres Brebes.

Putri Candrawathi mengenyam pendidikan Sekolah Mengah Pertama di SMP Negeri 6 Makassar.

Setelah lulus SMP dan SMA, ia kuliah mengambil jurusan dokter gigi.

Ia pun telah memiliki gelar sarjana dokter gigi.

Putri Candrawathi diketahui berasal dari Provinsi Bali.

Baca: Daftar Perwira Polri yang Dimutasi Karena Diduga Menghambat Penyidikan Kasus Brigadir J

Baca: Bharada E Resmi Tersangka, Komnas HAM Pastikan Pengusutan Kasus Kematian Brigadir J Terus Bergulir

Ia merupakan anak seorang perwira TNI yang telah pensiun.

Pangkat terakhir ayah Putri adalah Brigadir Jenderal (Brigjen) atau jenderal bintang satu.

Sementara itu, Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi diketahui mempunyai empat orang anak.

Mereke berempat masing-masing berumur 21 tahun, 17 tahun, 15 tahun dan 1,5 tahun.

Bharada E Dicap Tumbal Kasus Brigadir J, Ini Respons Pengacaranya

Pengacara Bharada E, Andreas Nahot Silitonga, memberikan tanggapan terhadap pihak yang menilai kliennya hanya dijadikan tumbal di kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Andreas mengimbau agar asumsi 'Bharada E cuma tumbal' dibuktikan.

"Ya kalau misalnya dibilang (Bharada E) cuma tumbal, ya silakan dibuktikan," ujar Andreas saat dihubungi Kompas.com, Jumat (5/8/2022).

Andreas mengatakan, Bharada E beserta keluarga merasa banyak tuduhan sejak kasus mencuat.

Dia mengingatkan bahwa Bharada E juga manusia yang bisa sakit hati.

Apalagi, Bharada E seakan-akan sudah dicap sebagai pembunuh.

Bharada E usai menjalani pemeriksaan di kantor Komnas HAM, Selasa (26/7/2022) (kiri) dan Brigadir J (kanan). Fakta-fakta Bharada E ditetapkan sebagai tersangka kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J. (Tribunnews.com Irwan Rismawan/ISTIMEWA)

"Pemberitaan yang selama ini (beredar) menyakitkan juga, menyayat hati Bharada E, dan keluarganya juga," tuturnya.

"Maksudnya tersayat hatinya mendengar statement seperti itu. Pembunuh. Pembunuh ya oke lah kita terima kata pembunuh. Pembunuh cuma diterusin dong. Pembunuh dalam pembelaan diri," sambung Andreas.

Maka, Andreas meminta kepada semua pihak untuk tidak menyampaikan komentar yang belum tentu kebenarannya.

Sebab, tuduhan itu membuat Bharada E dan keluarga malu.

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Nurul Azizah mengatakan pihaknya hingga kini terus bekerja menangani kasus ini.

"Jadi (Polri) masih terus bekerja ya, mohon sabar," ujar Nurul, saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (4/8/2022) siang.

Polri berkomitmen untuk menanganinya secara profesional dan transparan dengan menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI).

Mengenai kemungkinan Polri menetapkan tersangka lain dalam kasus tewasnya Brigadir J, Nurul meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikannya.

"Ditunggu saja hasil investigasinya ya," tandasnya.

(TRIBUNNEWS/TRIBUN JABAR/TRIBUNNEWSWIKI/Ka)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews dan TRibun Jabardengan judul Terkuak Fakta, Brigadir J Ternyata Tidak Pernah Todongkan Senjata ke Istri Ferdy Sambo dan
VIDEO Irjen Ferdy Sambo Dijemput Pasukan Brimob Bersenjata Lengkap, Dibawa ke Tempat Khusus



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer