Keduanya berhasil lolos pada pemilihan sebelumnya yang menyingkirkan mantan Menteri Pertahanan Penny Mordaunt.
Saat ini situasi pemilihan PM Inggris makin panas karena kedua belah pihak mulai melancarkan serangan.
Dikutip dari The Times, pada Rabu malam, (20/7/2022), Sunak mengatakan Truss tidak akan memenangkan putaran selanjutnya.
Sunak berusaha mendapatkan banyak dukungan dari anggota Partai Konservatif agar bisa menggantikan tempat duduk mantan Perdana Menteri Boris Johnson yang mengundurkan diri.
Pihak Truss turut melancarkan serangan. Mereka mengkritik rekam jejak Sunak dalam pemerintahan, terutama dalam hal pajak dan inflasi.
Dalam kampanyenya, Truss mengaku akan memfokuskan paket pengurangan pajak senilai 30 juta pound dan rekam jejaknya sebagai Menteri Luar Negeri.
Baca: Empat Calon Perdana Menteri Inggris: Sunak Terkuat, Truss Paling Berpengalaman
Rekan Truss mengklaim Sunak "lunak" atau tidak tegas terhadap Cina, dan dalam hal sanksi kepada Rusia.
Truss juga akan menegaskan posisinya yang belawanan dengan Uni Eropa mengenai protokol Irlandia Utara.
Pada putaran terakhir, Sunak masih menang dengan 137 suara, sedangkan Truss meraup 113 suara.
Selisih angka ini lebih kecil daripada yang diperkirakan sejumlah orang.
Baca: PM Inggris Boris Johnson Mundur, Siapa yang Berpeluang Menggantikannya?
Tim sukses Sunak meyakini Sunak memerlukan momentum jika dia memang ingin menjadi PM Inggris.
Kemarin malam Sunak menyerang Truss dan mengklaim Trus tidak akan bisa mengalahkan Sir Keir Starmer, pemimpin Partai Buruh.
"Siapa orang terkuat yang akan mengalahkan Keir Starmer dan Partai Buruh pada pemilihan berikutnya?" tanya Sunak.
"Saya meyakini bahwa saya satu-satunya kandidat yang bisa melakukannya," kata dia menjawab pertanyaanya sendiri.
Sunak mengatakan dia akan membuat rencana pengurangan pajak dalam "jangka menengah", segera setelah inflasi berkurang.
Baca: Rishi Sunak Maju dalam Perebutan Kursi Perdana Menteri Inggris
Dia juga diperkirakan bakal membuat pengumuman tentang pajak pribadi dan insentif untuk investasi bisnis.
Selain itu, dia akan mengungkapkan kebijakan migrasi baru yang meliputi janji akan adanya kontrol perbatasan yang lebih ketat.
Dalam waktu dekat, Sunak akan menggelar kampanye politiknya ke seluruh Inggris dan melakukan sesi wawancara untuk mendapat dukungan.
"Kampanye saya akan mencakup nilai-nilai terbaik [Partai] Konservatif, begitu juga pemerintahan saya. Kerja keras, ketulusan, dan aspirasi, dan saya akan memperjuangkan nilai-nilai ini."
Baca: Boris Johnson Lengser, Hubungan AS dengan Inggris Bakal Makin Erat?
Baca berita lainnya tentang Perdana Menteri Inggris di sini