Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bedah plastik adalah cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbaiki bagian tubuh manusia melalui operasi kedokteran.
Kata bedah memilki arti proses memakai ketrampilan tangan si dokter untuk membuat perlukaan pada jaringan pasien. (1)
Sementara itu, kata plastik berasal dari kata plasticos dalam bahasa Yunani kuno yang berarti 'mudah diubah atau mudah berubah-ubah'.
Bedah plastik penamaannya berbeda karena merujuk kepada karakter sifat dan jaringannya.
Sejarah
Bedah plastik berawal sekitar abad keenam sebelum Masehi.
Saat itu, seorang tabib di India Sushruta membuat catatan Sushruta Samita.
Pada masa itu, ia sudah dikenal melakukan praktek prosedural dengan menambal kecacatan pada hidung. (1)
Hal tersebut dilakukan karena zaman dahulu ada banyak mantan pesakitan yang dihukum penjara dengan dipotong hidungnya.
Saat pesakitan sembuh, dia kesulitan diterima masyarakat karena memiliki masalah pada bentuk hidungnya.
Sushruta pun melakukan koreksi pada hidung dengan menggunakan jaringan yang berdekatan dengan hidung.
Di Eropa ilmu bedah plastik mulai berkembang saat Gaspare Tagliacozzi (1546-1599) menulis buku catatan teknik rekonstruksi bentuk hidung yang mengambil dari jaringan yang jauh yakni jaringan lengan.
Bedah plastik di Indonesia dirintis oleh Moenadjat Wiratmadja.
Setelah lulus sebagai spesialis bedah dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1958, Moenadjat melanjutkan pendidikan bedah plastik di Universitas Washington dan lulus pada tahu 1959. (2)
Sepulang dari luar negeri, ia mulai mengkhususkan diri dalam memberikan pelayanan umum dan pendidikan bedah plastik pada mahasiswa dan asisten bedah di FKUI/RSCM.
Pada tahun 1979 Moenadjat Wiratmadja dikukuhkan sebagai profesor dalam ilmu kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Beliau wafat pada tahun 1980.
Tujuan
Setidaknya terdapat dua tujuan dalam melakukan bedah plastik.
Pertama, memperbaiki kecatatan anatomis dan mengembalikan fungsinya seperti semula.
Kedua, menambah harmonisasi bagian tubuh yang normal yang sebetulnya tidak ada kecacatan, tidak ada kesakitan, agar menjadi lebih enak menurut pasien.
Untuk tujuan kedua tersebut kemudian dikenal dengan bedah plastik estetik atau kosmetik. (1)
Jenis
Bedah plastik secara umum dibagi menjadi dua jenis, yakni pembedahan untuk rekonstruksi dan pembedahan untuk kosmetik. (2)
Pembedahan untuk rekonstruksi paling banyak adalah penanganan pada luka. Luka yang membutuhkan bedah plastik ada berbagai jenis, baik yang bersifat akut atau pun kronik.
Selain itu, ada juga luka sederhana namun berada di lokasi yang sulit, serta luka lebar yang disertai kerusakan jaringan yang parah misalnya luka bakar.
Kasus lain seperti memperbaiki jaringan wajah, perbaikan tulang wajah akibat kecelakaan, atau bibir sumbing.
Sementara itu, jenis bedah plastik aestetic dan kosmetik memiliki tujuan untuk harmonisasi bagian tubuh yang normal tidak sakit agar sesuai bentuk menurut pasien. (1)
Contoh bedah plastik aestetik di antaranya adalah harmonisasi pada kelopak mata karena penuaan, keturunan atau etnis tertentu.