Ikan Channa

Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi ikan channa


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ikan channa striata atau snakehead murrel, merupakan salah satu jenis ikan air tawar.

Dikutip empipharma, ikan channa biasanya dapat ditemukan di parit, sawah, sungai, hingga danau-danau di wilayah Asia. (1)

Channa sendiri merupakan nama famili untuk ikan gabus, dengan nama ilmiah family Channidae.

Seperti halnya ikan cupang, channa juga bersifat teritorial dan menyerang sesama jenis yang masuk ke wilayahnya. Hal itulah yang membuat ikan channa umumnya dipelihara sendirian dalam satu akuarium.

Selain itu, ikan channa dikenal sebagai snakehead emperor atau kaisar kepala ular, karena bentuk kepalanya yang menyerupai ular.

Sejauh ini, ikan channa mempunyai sekitar 50 spesies ang tersebar di Asia hingga Afrika.

Genus tersebut memiliki persebaran alam yang luas yang membentang dari Irak di barat, hingga Indonesia dan Cina di timur, serta sebagian Siberia di Timur jauh.

Kekayaan spesies yang sangat tinggi terdapat di Myanmar (Burma) dan India, banyak spesies Channa tidak hidup di tempat lain.

Memelihara ikan channa dianggap lebih mudah oleh sebagian pecinta ikan air tawar, hal itu karena pemeliharaan ikan channa lebih praktis dibandingkan ikan hias lainnya.

Hal itu sejalan dengan ikan channa yang dapat hidup di air yang minim oksigen, sehingga tidak memerlukan instalas aerator atau penambah oksigen di akuarium. (2)

Ilustrasi ikan channa

Baca: Ikan Tongkol (Euthynnus affinis)

  • Jenis


Adapun sejumlah jenis ikan channa yang ada di Indonesia antara lain yellow sentarum, red sampit, channa asiatica, dan strip merah.

Sedangkan untuk ikan channa di luar Indonesia ada ikan channa stewartii kalikhola, andrao, auranti, hingga bleheri.

Selain itu, ada ikan channa red blue pulchra, dan blue pulchra dari Vietnam, sampai asiatica red strip dari Cina, yang mana merupakan beberapa jenis ikan canna impor yang cukup banyak diminati.

Umumnya, ikan channa impor memiliki motif dan warna berbeda serta bar di tubuhnya yang lebih cerah apabila dibandingkan dengan ikan channa lokal.

Tidak hanya itu, perbedaan juga terletak pada sisi punggung atau dorsal yang cukup tinggi untuk ikan chana impor. Titik hitam pada tubuh ikan ini juga lebih terlihat.

Keunikan tersebut membuat ikan channa impor banyak diburu penghobi ikan predator air tawar meski memiliki harga yang Iebih mahal apabila dibandingkan channa lokal.

Harga ikan channa lokal seperti anakan yellow sentarum berukuran 5-6 cm, dibanderol sekitar Rp 30.000-Rp 45.000 per ekor.

Sedangkan, untuk harga ikan impor seperti jenis pulchra ukuran 5-6 cm dijual Rp 50.000 per ekor. (2)

Baca: Ikan Buntal

  • Manfaat bagi Kesehatan


Sederet manfaat ikan channa bagi kesehatan yakni sebagai berikut.

1. Sebagai obat tradiional

Adanya komponen asam amino dan asam lemak dalam ikan channa, efektif mengobati beberapa penyakit.

2. Mampu menyembuhkan luka

Ikan channa satriata mampu menyembuhkan luka karena mempunyai zat glisin dan asam arakidonat.

Ikan Channa memiliki kolagen yang sangat baik untuk menyembukan luka.

3. Memberikan efek anti nyeri

Sifat anti-noniseptif dalam ikan ini baik untuk meredakan rasa nyeri.

Ekstrak Channa Satriata berkonsentrasi juga menyetabilkan suhu dan pH tubuh.

4. Memiliki inflamasi dan antipiretik

Efek anti-inflamasi yang terkandung dalam ikan channa, mampu mengatasi peradangan akut. Untuk penyakit kronis, juga mampu diatasi dengan zat channidae pada ikan tersebut.

5. Mengandung zat anti oksidan

Antioksidan yang ada di Channa striata kemungkinan besar adalah antioksidan lipofilik yang mampu memberikan oksidasi omega-3.

6. Meningkatkan energi

Efek terapeutik dalam ikan Channa juga bermanfaat untuk memberikan energi tambahan pada tubuh serta mengobati penyakit saraf. (1)

Baca: Kemiri (Aleurites moluccanus)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)



Nama Ikan Channa striata, sneakhead murrel, sneakhead emperor


Jenis Predator, air tawar


Persebaran Asia hinga Afrika


Sumber :


1. tribunnews.com
2. kompas.com


Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer