Masih Jadi Misteri, Restoran Terapung Jumbo di Hong Kong Disebut Belum Tenggelam

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jumbo Floating Restaurant berada di Pelabuhan Aberdeen, Hong Kong, (2/6/2022). Restoran ini tenggelam tanggal 20 Juni 2022 ketika sedang ditarik untuk dipindahkan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemilik restoran terapung Jumbo Floating Restoran mengatakan restoran terkemuka itu belum tenggelam di Laut Tiongkok Selatan.

Sebelumnya, Jumbo Floating Restoran dilaporkan terbalik dan tenggelam karena cuaca buruk, (20/6/2022).

Peristiwa nahas itu terjadi kala Jumbo Floating Restoran akan dibawa ke suatu tempat yang masih dirahasiakan.

Dikutip dari The Guardian, (25/6/2022), saat itu Jumbo tengah bergerak melewati Kepulauan Paracel atau Kepulauan Xisha.

Menurut pernyataan pemilik Jumbo, Aberdeen Restaurant Enterprises (ARE), restoran tersebut sulit diselamatkan karena kedalaman air mencapai lebih dari 1.000 meter.

Hingga kini belum ada informasi yang jelas dan lengkap tentang kecelakaan yang menimpa restoran terapung ini.

Namun, ARE diduga ditekan oleh pihak berwenang agar memberikan informasi lebih lanjut tentang peristiwa itu.

Secara mengejutkan, pada hari Kamis, (24/6/2022), ARE tiba-tiba mengeluarkan pernyataan bahwa Jumbo belum tenggelam.

Jumbo dan kapal lain yang menyertainya masih berada di perairan sekitar Kepulauan Paracel.

Baca: Restoran Terapung Terkemuka di Hong Kong Terbalik di Laut Tiongkok Selatan

Jumbo Floating Restaurant ditarik dari Pelabuhan Aberdeen Harbour, Hong Kong, (16/6/2022). Restoran ini terbalik dan tenggelam tanggal 20 Juni 2022. (PETER PARKS / AFP)

ARE menyatakan laporan yang menyebutkan Jumbo tenggelam "tidak akurat".

Perwakilan ARE menyebut Jumbo masih terapung, tetapi operasi penyelamatan akan sangat sulit dilakukan karena perairan tersebut begitu dalam.

Pada hari Kamis malam, (23/6/2022), Kementerian Kelautan Hong Kong menyatakan hanya mendengar peristiwa kecelakaan itu dari pemberitaan media.

Kementerian tersebut kemudian meminta laporan tentang kecelakaan dari ARE.

Pejabat setempat mengatakan ARE bisa dianggap melanggar aturan di Hong Kong apabila sang pemilik, agen, atau kapten tidak melaporkan peristiwa tenggelamnya kapal dalam 24 jam.

Jika dianggap benar-benar melanggar, ARE bisa didenda HK$10.000 atau sekitar Rp19 juta.

Baca: Buku Pelajaran Baru di Hong Kong Sebut Hong Kong Tak Pernah Dijajah Inggris

Sekilas tentang Jumbo

Jumbo Floating Restaurant dibuka tahun 1976 oleh seorang raja kasino bernama Stanley Ho Hung-sun di Makau.

Restoran ini segera menjadi destinasi wisata populer di Hong Kong yang kala itu masih menjadi koloni Inggris.

Panjang restoran mencapai hampir 80 meter dan menggunakan dekorasi tradisional Tiongkok yang memukau.

Restoran itu berulang kali masuk dalam film, misalnya film The Protector tahun 1985 yang dibintangi aktor kenamaan Hong Kong, Jackie Chan, dan film Infernal Affair tahun 203.

Sejumlah tokoh penting dari belahan dunia barat juga pernah menyambangi restoran itu, misalnya Ratu Elizabeth II dan aktor kenamaan Hollywood, Tom Cruise.

Namun, pandemi Covid-19 membuat restoran ikonik itu mengalami kesulitan finansial.

Pada awal pandemi, Jumbo dilaporkan mengalami kerugian hingga 10 juta euro.

Jumbo kemudian ditutup pada tahun 2022 dan seluruh karyawannya dirumahkan.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 20 Januari 1841: China Menyerahkan Hong Kong kepada Inggris

Setelah ditutup, restoran menjadi kurang terawat. Bahkan, kapal tongkang berukuran 30 meter yang menjadi dapur dan disambungkan ke restoran itu tenggelam awal bulan ini.

Pada hari Selasa pekan lalu, restoran itu dibawa ke tempat yang masih dirahasiakan.

ARE mengatakan sebelum ditarik, Jumbo telah diperiksa oleh insinyur kelautan dan diizinkan untuk dipindahkan.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Jumbo Floating Restoran di sini



Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer