SOSOK Yusuf Mansur, Ayah Wirda yang Terjerat Kasus Investasi Batu Bara hingga Rumahnya Digeruduk

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ustad Yusuf Mansyur, menjawab pertanyaan wartawan di Kampung Ketapang, Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (1/9/2015).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nama Yusuf Mansur kembali naik di media setelah kasus investasi batu bara miliknya heboh.

Berita tentang dirinya mencuat saat puluhan orang menggeruduk rumahnya pada Senin (21/6/2022).

Saat itu pula dirinya juga ditemukan di rumahnya.

Lantas siapa sebenarnya Yusuf Mansur ?

Sebagai informasi, Jam'an Nurkhatib Mansur atau yang lebih dikenal Yusuf Mansur lahir di Jakarta, 19 Desember 1976.

Ia merupakan pendakwah terkenal di tanah air.

Kediaman Ustaz Yusuf Mansur digeruduk puluhan massa pada Senin (20/6/2022). Sang ustaz diduga kabur lantaran tak berada di rumahnya saat disantroni warga (kolase Instagram dan Tribun Tangerang)

Selain menjadi pendakwah, Yusuf Mansur juga menekuni dunia bisnis sekaligus penulis.

Pria berdarah Betawi itu memiliki istri bernama Siti Maemunah.

Dari pernikahannya tersebut, Yusuf Mansur dikarunia 4 buah hati.

Sejak kecil, Yusuf Mansur merupakan salah satu anak yang pintar dan aktif.

Ia kerap tampil dalam pidato di sekolah pada setiap acara menjelang bulan ramadhan.

Yusuf Mansur juga menjadi siswa dengan lulusan terbaik di Aliyah.

Yusuf pun kemudian melanjutkan pendidikannya di bangku perguruan tinggi.

Sejak duduk di perguruan tingga itu lah, Yusuf tertarik dengan dunia bisnis.

Yusuf tertarik di bisnis informatika dengan membuka rental komputer.

Baca: Rumahnya Digeruduk Puluhan Orang, Yusuf Mansur Buka Suara: Ini Akan Memperberat Mereka Sendiri

Baca: Puluhan Orang Geruduk Rumah Yusuf Mansur, Sampaikan Tuntutan 1,5 Jam tapi UYM Tak Ada di Rumah

Sayangnya, Yusuf Mansur terlibat hutang dan berujung masuk penjara pada tahun 1996.

Dua tahun kemudian terulang lagi pada 1998 karena terlilit utang.

Setelah keluar dari tahanan, Yusuf bangkit kembali.

Ia mulai membuka lembaran baru dalam hidupnya.

Ia berjualan es di Terminal Kali Deres, Jakarta Barat.

Ia tekuni berjualan es dengan termos, dengan kesabaran dan keikhlasan dalam panas dan hujan.

Jualannya mulai berkembang.

Ia kemudian berjualan dengan gerobak dan terus berkembang hingga punya pegawai.

Dalam usaha barunya tersebut, Yusuf Mansur tak lupa bersedekah meskipun berjualan es.

Saat berjuang melalui berjualan es, ia berkenalan dengan seorang polisi yang memperkenalkannya dengan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Yusuf Mansur pun tertarik dengan terhadap aktivitas LSM tersebut.

Saat terlibat di LSM ini, ia membuat buku "Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang."

Sejak itu, Yusuf Mansur sering diminta menjadi penceramah agama.

Materinya tentang mukjizat sedekah.

Dalam perjalanannya, Yusuf Mansur diundang tak hanya soal buku tadi atau tentang sedekah, tapi meluas dengan materi yang beragam.

Yusuf Mansur merupakan alumni dari Madrasah Ibtidaiyah Chairiyah Mansuriyah, Jembatan Lima, Tambora,Jakarta Barat, Lulus 1986.

Ia juga lulusan dari Madrasah Tsanawiyah, Chairiyah Mansuriyah, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Lulus 1989 dan Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat,Lulus 1992.

Ayah Wirda Mansur ini juga tercatat pernah menuntut S1, Fakultas Hukum, Jurusan Syari'ah di IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, tidak selesai

Sebelumnya diberitakan, puluhan orang yang diketahui sebagian dari 250 jemaah dan pengurus Masjid Darussalam Kota Wisata, Bogor, Jawa Barat, menggeruduk ke kediaman Jamaan Nurchotib Mansur alias Yusur Mansur.

Penggerudukan ke kediaman Yusuf Mansur itu yakni menuntut kesediaan ayah Wirda Mansur ini untuk berdialog dengan mereka.

Puluhan orang ini menggeruduk rumah Yusuf Mansur di daerah Ketapang, Cipondoh, Kota Tangerang, pada Senin (20/6/2022), pukul 09.15 WIB.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Yayasan Pelita Lima Pilar, Herry M Joesoef.

Sebagai informasi, Yayasan Pelita Lima Pilar adalah bergerak di bidang keagamaan itu kini mendampingi para jemaah Masjid Darussalam Kota Wisata itu dalam menangani masalah mereka dengan Yusuf Mansur.

Ada 250 pengurus dan jemaah Masjid Darussalam Kota Wisata yang ikut dalam program investasi bisnis batu bara.

"Ada program investasi batu bara, yang melibatkan jemaah dan pengurus Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur," ucap Herry.

"Sebanyak 250 orang yang mengikuti investasi tersebut," sambungnya.

Baca: Polemik Kasus Yusuf Mansur, Mulai dari Tabung Tanah hingga Batu Bara

Baca: Enggan Ganti Rugi Imateriil Rp 250 Juta, Yusuf Mansur Tawar Jadi Rp 1 Juta per Penggugat

Ratusan jemaah dan pengurus Masjid Darussalam Kota Wisata itu mengeluarkan uang untuk investasi dengan nominal yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, seorang marbot Masjid Darussalam Kota Wisata disebut mengeluarkan jutaan rupiah untuk investasi itu.

"Besarannya (investasi) enggak sama. Kalau marbot masjid, itu ya paling nilainya (investasi) jutaan rupiah. Tapi kalau seperti Pak Z, seorang lawyer, dia mengeluarkan uang Rp 80 juta (investasinya)," urai dia.

Salah seorang investor, kata Herry, bahkan sampai menjual tempat tinggalnya untuk mengikuti investasi batu bara milik Yusuf Mansur.

Dari hasil menjual rumahnya, NK mendapatkan uang sebesar Rp 700 juta.

"Terus yang Rp 500 juta diinvestasikan ke batu bara," ungkap Herry.

Sementara sisanya, untuk biaya mengontrak rumah.

Suasana saat sejumlah orang menggeruduk kediaman Yusuf Mansur di Ketapang, Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (20/6/2022) pagi.((istimewa)) (Istimewa)

Bahkan, ada beberapa orang yang berinvestasi hingga miliaran rupiah kepada Ustaz Yusur Mansur.

Bahkan, ada beberapa orang yang berinvestasi hingga miliaran rupiah kepada Ustaz Yusur Mansur.

Herry menyatakan, mereka berinvestasi di program Yusuf Mansur itu karena dijanjikan keuntungan.

Katanya, keuntungan itu seharusnya didapatkan oleh setiap investor program tersebut setiap bulannya.

Namun, mereka tak kunjung mendapatkan keuntungan hingga saat ini.

Dalam penggerudukan tersebut, mereka menyampaikan adanya tuntutan.

Penyampaian tuntutan ini berlangsung selama 1,5 jam.

Usai tuntutan dibacakan, mereka yang menggeruduk rumah Yusuf Mansur ini meninggalkan lokasi.

Bahkan dalam aksi penggerudukan ini, jemaah tidak bisa bertemu dengan Yusuf Mansur maupun pihak keluarganya.

Namun, puluhan orang itu bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai kuasa hukum Yusuf Mansur.

"Jam 09.15 WIB (Senin) kita sudah di sana. Kita berdiri, kita enggak mau masuk ke dalam (kediaman Yusuf Mansur). Karena kalau masuk ke dalam, katanya enggak boleh direkam. Ya kita (menyampaikan tuntutannya) di tengah jalan," ujar Herry.

Yusuf Mansur akhirnya buka suara setelah rumahnya digeruduk puluhan orang pada Senin (21/6/2022).

Dalam keterangannya, Yusuf Mansur mempersilakan mempersilakan warga untuk bebas bernarasi, membentuk opini, menyiratkan, dan menyudutkan dengan opini apa saja.

Bahkan ayah Wirda Mansur ini juga membiarkan warga untuk menghukum serta menghakiminya.

Meskipun belum ada keputusan pengadilan.

Yusuf Mansur mengatakan, apa yang mereka lakukan akan memberatkan mereka sendiri di mata hukum.

"Ini akan memperberat mereka sendiri di kemudian hari, dengan izin Allah. Baik di mata Allah, maupun di mata hukum," ungkap Yusuf Mansur, dilansir dari Kompas.com.

(TRIBUNSELEB/TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka)



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer