Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Opak ketan Cimanggung merupakan salah satu makanan khas Sumedang.
Camilan tradisional ini berbeda dengan opak di daerah lainnya. Perbedaan ini terletak pada kualitas bahan yang digunakan.
Opak Cimanggung menggunakan beras ketan pilihan terbaik yang tidak bercampur dengan beras biasa.
Selain itu, tumbukan beras opak Cimanggung sangat halus sedangkan opak dari daerah lain memiliki tumbukan beras yang masih sangat kasar dan tidak menggunakan santan namun hanya kelapa parut.
Opak ketan ini dapat ditemukan di sejumlah tempat termasuk di Jalan Raya Cicalengka-Nagreg.
Di sana banyak toko-toko berjejer di pingir jalan yang menjajakan beragam camilan tradisional, termasuk opak ketan Cimanggung. (1)
Wisatawan juga dapat menjumpai opak ketan ini di Kawasan Terminal Leuwi Panjang dan pasar Kosambi Bandung.
Untuk satu bungkus opak ketan ini dibanderol mulai dari Rp 30.000 per kemasan. (2)
Baca: Paella
Asal-usul
Opak ketan Cimanggung dulu dikenal sebagai camilan para bangsawan.
Berdasarkan cerita yang beredar, makanan ini dahulu menjadi favorit raja atau pun para pangeran di Sumedang pada masa Kerajaan Sumedang Larang.
Opak yang biasanya disajikan di istana tersebut dipesan dari daerah Cimanggung. (1)
Baca: Empanadas
Cara Membuat
Opak ketan Cimanggung terbuat dari beras ketan yang ditanak, kemudian ditumbuk sampai halus dan diberi santan kelapa.
Perbandingan antara beras dan air santan adalah satu banding satu yang artinya untuk satu liter beras ketan membutuhkan satu buah kelapa.
Untuk membuatnya pun harus melalui beberapa tahapan, sebagai berikut.
1. Pertama, beras ketan dipilih supaya tak bercampur dengan beras lainnya.
2. Lalu, beras ketan dicuci dan dibuat nasi kemudian ditumbuk. Setelah halus, masukkan air santan yang telah mengental.
3. Haluskan kembali hingga rata dan dicetak.
4. Jemur opak di bawah terik matahari, namun sebagiknya jangan sampai terlalu kering. Hal ini dapat membuat opak menjadi jelek saat dibakar dan bentuknya kurang rata atau retak-retak.
5. Opak yang masih agak basah kemudian dibakar dengan api yang tidak terlalu panas. Namun tak terlalu kecil, karena saat kurang panas, opak kurang mengembang dan warnanya tidak menguning.
6. Bakar hingga mengembang dan menguning. Masukkan toples atau plastik pembungkus.
7. Opak ketan Cimanggung siap dinikmati. (2)
Baca: Sate Kalong