Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - K.H. Dimyati Rois atau akrab disapa Abah Dim adalah mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ia juga merupakan pengasuh Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.
Selain itu, juga dikenal sebagai tetua dan dewan syuro PKB.
Kiai Dimyati lahir di Brebes, Jawa Tengah, pada 5 Juni 1945.
Ia meninggal dunia di usia 77 tahun pada Jumat, 10 Juni 2022.
Abah Dim merupakan anak kelima.
Ayahnya bernama K.H. Rois, sedangkan ibunya bernama Nyai Djusminah.
Baca: Gus Miftah
Kehidupan Pribadi
K.H. Dimyati Rois mempunyai istri bernama Hj. To'ah.
Mereka berdua telah dikaruniai sepuluh orang anak.
Abah Dim dikenal mempunyai kepribadian yang baik dan penuh kesederhanaan, baik dengan para santrinya maupun dengan masyarakat yang lain.
Abah Dim juga dikenal dekat dengan Matori Abdul Djalil, ketua umum pertama Partai Kebangkita Bangsa (PKB).
Baca: Nahdlatul Ulama
Pendidikan
Pada tahun 1956, setelah menyelesaikan pendidikan formal, Abah Dim melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren APIK, Kauman, Kaliwungu, Kendal.
Pondok tersebut diasuh oleh K.H. Ahmad Ru’yat.
Selama kurang lebih 14-15 tahun K.H. Dimyati Rois mondok di Pondok Pesantren APIK.
Baca: Mahfud MD
Karier
K.H. Dimyati Rois mempunyai kiprah panjang di NU.
Abah Dim pernah menduduki kepengurusan dari mulai tingkat PCNU Kendal, PWNU Jawa Tengah, hingga PBNU.
Ia juga pernah menjadi pengurus Tanfidziyah, Syuriyah, hingga Mustasyar PBNU.
Abah Dim juga memiliki berbagai usaha dalam bidang pertanian dan perikanan.
Kiai Dimyati juga pernah menjadi pengurus DPW PPP Jawa Tengah, DPP PKB dan DPP Partai Kejayaan Demokrasi (PKD).
Pada masa Orde Baru, dia pernah menjadi anggota MPR RI melalui jalur Utusan Golongan yang diajukan PPP (Partai Persatuan Pembangunan).
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)