Balung Kethek

Penulis: Yustica Septyaningtyas
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Balung Kethek adalah camilan khas kota Solo, Jawa Tengah yang sudah ada sejak jaman dahulu.


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Balung Kethek adalah camilan khas kota Solo.

Balung kethek adalah bahasa Jawa yang artinya tulang monyet, yang merupakan istilah lain dari keripik singkong.

Konon disebut balung lantaran saat digigit keras seperti tulang (balung).

Dahulu balung kethek dibuat dari sisa-sisa rebusan singkong, bertekstur keras, dan hanya memiliki rasa manis.

Ilustrasi kuliner tradisional Balung Kethek (solo.tribunnews.com)

Kini Balung Kethek dirubah wujudnya menjadi camilan yang beraneka rasa. (1) 

Baca: Klepon

  • Bahan-bahan


- 500 gr singkong

- 3 sdm minyak goreng, utk menumis bumbu

- 4 siung bawang merah

- 3 siung bawang putih

- 8 buah Cabai merah besar

- 5 buah Cabai rawit

- Jahe gajah 2 jempol, memarkan

- 1/2 ruas jari lengkuas, memarkan

- 3 lembar daun salam

- 3-4 sdm air asam jawa

- 2 keping gula merah

- 1/2 sdt garam

- 4 sdm gula pasir (2) 

Baca: Ampyang Kacang

  • Cara Membuat


1. Kupas singkong dan cuci menggunakan air hingga bersih

2. Potong singkong menjadi lebih kecil, lalu kukus sekitar 15-20menit

3. Iris singkong menjadi tipis-tipis dan jemur hingga kering

4. Setelah kering, goreng singkong hingga matang. Tiriskan

5. Haluskan cabe, bawang putih, dan bawang merah

6. Tumis bumbu bersama daun salam dan laos hingga harum

7. Tambahkan jahe, air asam jawa, garam, gula pasir, dan gula merah sesuai selera

8. Cek rasa apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan

9. Gunakan api kecil, lalu .asukkan singkong yang sudah di goreng ke dalam bumbu

10. Aduk singkong beserta bumbu hingga tercampur dengan rata

11. Simpan hidangan balung kethek kalam wadah dan tutup rapat (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/YUSTICA)

 



Nama Kuliner Balung Kethek


Kota Asal Solo


Jenis Jajanan Tradisional


Sumber :


1. kompas.com
2. madreview.net


Penulis: Yustica Septyaningtyas
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer