Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Umbul Jolotundo adalah pemandian yang terdapat di Klaten, Jawa Tengah.
Obyek wisata ini dikunjungi oleh banyak wisatawan.
Kawasan wisata Umbul Jolotundo memiliki luas 220 meter persegi. (1)
Objek wisatanya sendiri memiliki luas 500 meter persegi.
Air yang terdapat di Umbul Jolotundo masih alami sehingga ketika digunakan untuk berenang sangat segar.
Waktu terbaik untuk menikmati kesegaran air di Umbul Jolotundo ialah pada pagi dan sore hari.
Baca: Umbul Tlatar
Sejarah
Berdasarkan cerita masyarakat, Umbul Jolotundo memiliki nilai historis. (2)
Dahulu terdapat Demang yang tinggal di sekitar Umbul Jolotundo beserta putrinya yang bernama Roro Amis.
Nama Roro Amis diberikan karena sang putri memiliki penyakit kulit dan mengeluarkan bau amis.
Meskipun terkena penyakit kulit, Roro Amis tetap rajin berenang.
Pada suatu hari, dirinya sedang bermain di sekitar Umbul Jolotundo.
Tiba-tiba kaki Roro Amis tertusuk keong kecil.
Namun, secara tiba–tiba pula sakit kulit yang ia derita sembuh.
Mengetahui penyakitnya sembuh, Roro Amis justru marah.
Lantas Roro mengatakan bahwa keong yang berada di Umbul Jolotundo menjadi tumpul sehingga tidak dapat melukai kaki.
Selain itu, dirinya juga mengucapkan sumpah tidak akan tumbuh pohon pisang di sekitar Umbul.
Berita tersebut sampai terdengar oleh Sunan Paku Buwana X.
Sunan Paku Buwana X kemudian singgah di Umbul Jolotundo.
Baca: Umbul Sungsang
Lokasi
Umbul Jolotundo terletak di Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (2)
Baca: Kabupaten Klaten
Jam Operasional dan Harga Tiket
Umbul Jolotundo buka mulai pukul 04.00 hingga 18.00 WIB.
Harga tiket masuk ke Umbul Jolotundo Rp6.000 per orang.
Terdapat biaya parkir kendaraan, untuk motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000. (1)
Baca: Umbul Langse
Fasilitas
Terdapat fasilitas umum yang terdapat di obyek wisata Umbul Jolotundo seperti berikut.
- Area parkir kendaraan
- Kamar mandi atau MCK
- Musala
- Kantin
Di area Umbul Jolotundo terdapat 3 buah kolam renang dengan kedalaman yang berbeda-beda.
Terdapat kola dengan kedalaman 2 meter, 1.5 m dan 1 ,.
Selain itu, terdapat kolam khusus anak-anak.
Selain fasilitas pemandian, terdapat batu yang berbentuk tepak kaki.
Berdasarkan cerita masyarakat, tepak kaki tersebut milik dari seorang ksatria, yang bernama Bisma.
Kemudian batu tersebut dinamakan dengan Tepak Bisma. (1)