Didi Kempot menutup usia pada umur 53 tahun.
Kepergiannya meninggalkan duka begitu besar bagi para pencinta karya-karyanya.
Ia diketahui meninggal dunia karena mengalami henti jantung atau sudden cardiac arrest.
Didi Kempot sempat dibawa ke RS Kasih Ibu dalam kondisi tidak sadar.
"Datang dalam kondisi tak sadar. Kita lakukan upaya pertolongan semaksimal mungkin, tapi akhirnya meninggal," ujar Divan Fernandez, Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, kala itu.
Kakak kandungnya, Lilik, mengatakan sang adik tak pernah mengeluhkan sakit.
Dirinya menyebut, Didi Kempot memang banyak kegiatan akhir-akhir ini.
"Kalau saya prediksi ya begitu mbak, kecapekan," ungkap Lilik.
"Dia enggak bilang kalau ngomong sakit betul, enggak ngomong," kata Lilik.
Ditanya soal riwayat penyakit, Lilik menyebut adiknya tak memiliki suatu penyakit apa pun.
Didi Kempot memiliki nama asli Didi Prasetyo.
Nama Kempot merupakan singkatan dari Kelompok Penyanyi Trotoar.
Didi Kempot, penyanyi campursari yang berasal dari Solo, Jawa Tengah.
Didi Kempot lahir di Solo, 31 Desember 1966.
Didi Kempot merupakan putra dari pelawak di Kota Solo, Ranto Edi Gudel (almarhum), yang dikenal dengan nama Mbah Ranto.
Didi Kempot juga saudara pelawak senior yaitu Mamik Podang.
Penyanyi yang terkenal dengan lagu Stasiun Balapan ini sejak kecil menikmati kehidupan di Surakarta.
Hingga saat ini Didi Kempot menjadi penyanyi campursari kebanggan kota kelahirannya.
Didi Kempot diketahui tidak menamatkan bangku sekolah.
Baca: Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Ketaman Asmoro - Didi Kempot Saben Wayah Lingsir Wengi
Baca: Chord Kunci Gitar & Lirik Lagu Tatu Didi Kempot: Kowe Tak Sayang-sayang, Saiki Malah Ngilang
Saat berada di bangku SMA, Didi Kempot memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya.
Hal tersebut dilakukan karena Didi Kempot terpengaruh dengan perkataan ayahnya.
Pada saat itu ayah Didi Kempot mengatakan bahwa seniman tidak memerlukan sekolah tinggi yang terpenting adalah praktek.
Sejak kecil, Didi Kempot dikenal sebagai anak yang nekat dan berani.
Sejak kelas 3 SMP, Didi Kempot sudah mulai mengamen.
Hal tersebut Didi Kempot lakukan terlepas Didi Kempot anak pelawak yang sedang berjawa pada saat itu.
Menurut Didi Kempot, mengamen bagaikan tes mental untuk dirinya.
Didi Kempot rela menjual sepeda untuk membeli sebuah gitar untuk mengamen.
Didi Kempot mengawali karier sebagai musisi jalanan atau pengamen.
Pada sekitar 1984, Didi Kempot mulai menekuni profesi sebagai pengamen di Solo.
Dua tahun kemudian, Didi Kempot dan tman-temannya merantau ke Jakarta.
Saat berada di Jakarta, Didi Kempot mengontrak rumah bersama teman-temannya.
Didi Kempot justru mengamen dan mengawali karier dari nol.
Sebuah keberuntungan berpihak pada Didi Kempot, pada saat itu seorang produser mengajak Didi Kempot masuk ke dapur rekaman.
Didi Kempot memiliki ciri khas dengan pakaian khas Jawa yang lengkap dengan blankon.
Sejak saat itu Didi Kempot mulai muncul di televisi nasional membawakan lagu campursari.
Lagu 'Stasiun Balapan' menjadi satu di antara lagu Didi Kempot yang populer.
Baca: 5 Fakta Menarik Film Sobat Ambyar, Karya Terakhir Mendiang Didi Kempot yang Besok Tayang di Netflix
Baca: Didi Kempot
Nama Didi Kempot menjadi lebih dikenal khalayak melalui lagu tersebut.
Album perdana Didi Kempot juga bertajuk 'Stasiun Balapan' yang dirilis pada tahun 1999.
Setahun kemudian, Didi Kempot merilis album berjudul 'Plong'.
Tak berhenti berkarya, Didi Kempot terus mengeluarkan album dengan lagu campursari yang khas.
Pada tahun 2001, Didi Kempot merilis album berjudul 'ketaman Asmoro'.
Setahun kemudian, Didi Kempot merilis album berjudul 'Pokoe Melu'.
Album yang dikeluarkan Didi Kempot terus mendapatkan respon positif masyarakat Indonesia.
Dalam album 'Cucak Rowo' pada tahun 2003, lagu yang dibawakan Didi Kempot menjadi populer.
Di tahun berikutnya, Didi Kempot kembali merilis album 'Jambu Alas' bersama Nunung Alvi pada tahun 2004.
Dan pada tahun 2005, Didi Kempot merilis album berjudul 'Ono Opo'.
Lagu 'Stasiun Balapan' meceritakan sebuah nama stasiun yang ada di Solo.
Didi Kempot menciptakan lagu tersebut ketika dirinya mengamen di Solo.
Pada saat itu Didi Kempot terinspirasi dari penumpang yang ada di stasiun tersebut.
Atas karya-karyanya, Didi Kempot telah memperoleh banyak penghargaan, di antaranya sebagai berikut:
- Penyanyi Terbaik, Anugerah Musik Indonesia (2001)
- Lagu Dangdut Etnik Terbaik, Anugerah Dangdut TPI (2002)
- Karya Produksi Tradisional Terbaik, Anugerah Musik Indonesia (2003)
- Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik, Anugerah Musik Indonesia (2010)
- Solo, Duo/Grup Dangdut Berbahasa Daerah, Anugerah Musik Award (2013)
- Penghargaan Khusus Maestro Campursari, Indonesian Dangdut Award (2019)
Didi Kempot juga menyandang predikat sebagai Bapak Patah Hati Nasional sekaligus panutan bagi Sad Boys, penggemar beratnya.