Bahkan, menurut AL AS sudah ada tiga peristiwa bunuh diri hanya dalam waktu sepekan pada bulan April ini.
Selama setahun terakhir ini, dilaporkan sudah ada 7 tujuh awak yang meninggal, 4 di antaranya karena bunuh diri.
Awak kapal kemudian dipindahkan ke bangunan milik AL. USS George Washington sendiri tengah menjalani proses pengisian bakar dan perlu setahun untuk menyelasaikannya.
AL kemudian memutuskan melakukan penyelidikan tentang iklim kerja di kapal induk tersebut.
Pada hari pertama pemindahan awak, Senin (3/5/2022), lebih dari 200 awak meninggalkan USS George Washington untuk menuju ke fasilitas AL terdekat.
"Rencana pemindahan ini akan berlanjut hingga semua awak yang ingin pindah telah melakukannya," demikian pernyataan dari AL AS dikutip dari CNN Internasional.
Baca: Di Tengah Ketegangan dengan Korut, AS Kerahkan Kapal Induk ke Perairan Korea
Kapal tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.000 awak. Namun, ketika ada proses pembongkaran, hanya terdapat 2.700 awak di kapal.
Sementara itu, ada sebanyak 420 awak yang tinggal di kapal selama proses pembongkaran dan perawatan.
AL mengatakan akan memilik para awak yang diduga sedang membutuhkan program dukungan moral, kesejahteraan dan rekreasi.
Para awak itu akan menginap di tempat tinggal sementara yang dibangun oleh AL.
"Pengurus akan secara aktif menerapkan hal ini dan melakukan tindakan untuk menambah moral dan kesejahteraan personal dan layanan pendukung bagi anggota yang ditugaskan di USS George Washington."
Baca: Tak Hanya China, AS Juga Punya Sederet Pulau Militer, Bak Kapal Induk tapi Tak Akan Pernah Tenggelam
Baca: Konflik Laut China Selatan: AS Kirim Kapal Induk USS Ronald Reagan, China Kerahkan 4 Jet Tempur
Hasil dari penyelidikan mengenai peristiwa bunuh diri itu diperkirakan bisa diperoleh pekan ini.
"Kami telah menugaskan perwira investigasi untuk mencari tahu dan menyelidiki penyebabnya. Apakah ada pemicu langsung? Apakah ada hubungan di antara peristiwa-peristiwa ini?" kata Komandan AL AS Laksamana John Meier.
Penyelidikan itu adalah salah satu dari dua penyelidikan yang tengah dilakukan oleh AL AS.
Kata Meier, penyelidikan yang kedua memiliki cakupan yang lebih besar dan memfokuskan situasi kepemimpinan.
Untuk merespons tiga peristiwa bunuh diri pada bulan April ini, AL AS memutuskan menambah psikolog, penasihat, dan tim sprint yang langsung bergerak untuk menangani awak yang melakukan tindakan bunuh diri.
"Sprint team berada di kapal selama seminggu penuh, dan mereka menerbitkan laporan yang mengindentifikasi sejumlah hal untuk ditambahkan dalam penyelidikan kami," kata Meier.
Baca: Angkatan Laut AS Menggelar Latihan Militer di Perairan Filipina, Libatkan Dua Kapal Induk
Baca berita lain tentang Angkatan Laut AS di sini