Tak bisa dipungkiri, tak sedikit diantara kita yang mengalami beberapa masalah dengan pencernaan.
Satu diantara penyebabnya adalah perubahan pola makan drastis.
Satu bulan penuh berpuasa dan perut kosong selama kurang lebih 12 jam, dan lebaran datang, banyak diantara kita yang kalap dan tak bisa mengontrol apa yang dimakan.
Ini bisa menjadi penyebab terjadinya gangguan pencernaan.
Beberapa penyakit yang menyerang pencernaan setelah Hari Raya Idul Fitri dikutip dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, antara lain seperti:
1. Diare
Diare adalah penyakit yang paling banyak menyerang usai har Raya Idul Fitri.
Penyakit ini dipicu oleh makanan asam, pedas, atau bersantan, terutama yang dikonsumsi secara berlebihan.
Penyakit Maag juga tidak sedikit menyerang usai Idul Fitri.
Penyebabnya, perubahan pola makan secara drastis.
Pada umumnya muncul setelah makan Makanan yang mengandung santan dan berbumbu pedas.
Baca: Alami Muntah dan Diare, 90 Orang di Solo Keracunan Ayam Bakar, 1 Orang Meninggal Dunia
Baca: Peran Kolesterol dalam Metabolisme Tubuh
3. Peningkatan kadar gula darah dan cholesterol
Meskipun tidak banyak terlihat efeknya secara langsung, secepat diare dan maag, peningkatan kadar gula darah dan kolesterol juga banyak menyerang usai lebaran.
Kondisi ini muncul setelah terlalu banyak mengonsumsi makanan manis.
Tidak bisanya mengontrol asupan makanan manis selama hari Idul Fitri dan beberapa hari setelahnya menimbulkan kadar gula darah terus-menerus tinggi dan bahkan berisiko hiperglikemia.
Serupa dengan peningkatan kadar gula darah, meningkatnya kolesterol juga timbul sebagai akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak saat Idul Fitri.
Seperti opor ayam, sambal goreng kentang, sayur labu, dan ayam goreng.
Berikut adalah cara pencegahan penyakit setelah Lebaran yang bisa anda lakukan:
Tak bisa dipungkiri banyak orang gelap mata saat tersedia banyak hidangan di meja makan, seperti dilansir dari Times of India.
Hal ini bisa menyebakan hilangnya kendali diri untuk terus makan.
Namun agar hal tersebut tak terjadi dan berat badan bisa tetap terjaga anda bisa mencoba makan dengan penuh kesadaran.
Dengan menjaga kesadaran mengenai kebutuhan asupan, maka anda dapat bisa terhindar dari makan yang tak terkontrol.
Ada baiknya jika menu Lebaran dimakan sekali saja.
Jangan lupa untuk tetap mengimbangi dengan sayur dan buah-buahan, serta biji-bijian.
Sayur-sayuran dan biji-bijian tinggi serat dapat mencegah makan berlebihan.
Sedangkan buah-buahan dapat mengontrol keinginan mengonsumsi asupan manis seperti minuman es bersirup dan kue kering.
Seusai makan atau menikmati sajian menu Lebaran, segera beranjak dan tinggalkan meja makan.
Ketika perut sudah terasa penuh, seharusnya otak bisa mengirimkan sinyal untuk berhenti makan.
Tapi, duduk mengitari suguhan makanan bisa mengaburkan sinyal rasa kenyang dan membuat Anda terus-terusan ingin makan padahal perut sudah penuh.
3. Sempatkan olahraga ringan
Hal yang perlu diingat selanjutnya yakni untuk menyempatkan olahraga ringan.
Olahraga ringan ini bisa dilakukan setidaknya 30 menit di pagi maupun sore hari.
Dengan olahraga dan menjaga pola makan saat Lebaran, maka bisa mengurangi risiko masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, sampai berat badan naik.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka)