Rusia Kerahkan 20.000 Tentara Asing dari Suriah & Libya untuk Bertempur di Donbas

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto satelit yang dirilis tanggal 20 Februari 2022 memperlihatkan pengerahan pasukan di dekat Belgorod, Rusia.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia dilaporkan telah mengerahkan 20.000 tentara asing atau tentara bayaran dari Suriah, Libya, dan negara lainnya untuk bertempur di Donbas, Ukraina.

Namun, seorang pejabat Eropa mengatakan tentara tersebut tidak dilengkapi dengan senjata berat ataupun kendaraan lapis baja.

Diperkirakan jumlah tentara asing yang ikut dalam perang di Donbas berjumlah 10.000 hingga 20.000.

Hingga saat ini belum diketahui jumlah tentara asing dari Suriah, Libya, dan tentara yang direkrut oleh Grup Wagner, perusahaan tentara asing Rusia.

"Apa yang dapat saya katakan adalah kami melihat beberapa perpindahan dari area ini, Suriah dan Libya, ke Donbas yang ada wilayah timur, dan orang-orang ini umumnya digunakan untuk melawan pejuang Ukraina," kata pejabat itu dikutip dari The Guardian.

Menurut pejabat itu, tentara yang direkrut adalah para infantri dan tidak dibekali dengan kendaraan.

Seorang mantan tentara Suriah dilaporkan ditawari gaji bulanan antara $600 hingga $3.000 untuk bertempur di Ukraina.

Baca: Zelenskiy: Ukraina Sudah Bisa Akhiri Perang jika Punya Semua Senjata yang Dibutuhkan

Foto yang diambil oleh satelit Maxar pada tanggal 23 Februari 2022 memperlihatkan konvoi artileri Rusia di Golovchino. (SATELLITE IMAGE ©2022 MAXAR TECHNOLOGIES / AFP)

Grup Wagner dilaporkan telah mengerahkan sebagaian besar tentaranya yang telah bertempur di Libya ke Ukraina.

Bulan lalu intelijen militer Ukraina mengklaim Rusia telah membuat kesepakatan dengan pemimpin militer Libya, Khalifa Haftar, untuk mengirim prajurit Libya.

Para tentara itu akan membantu Rusia untuk merebut sebanyak mungkin wilayah Ukraina timur.

Rusia diperkirakan masih memiliki tiga perempat dari angkatan darat yang berperang di Ukraina.

Ada sebanyak 76 batalion taktis yang dikerahkan dan totalnya berjumlah 60.000 tentara.

Namun, pasukan Rusia diperkirakan akan susah mendapat pasokan logistik meski jalur logistik di Donbas lebih pendek.

Baca: Tolak Ajarkan Propaganda tentang Konflik Ukraina, Guru Asal Rusia Didenda Rp6 Juta

Pengiriman logisitik Rusia akan sangat bergantung pada kondisi jalan dan jalur kereta api.

Padahal, jalan dan jalur kereta sering kali menjadi target para pejuang Ukraina.

"Lagi pula, semangat pasukan Rusia rendah dan makin rendah," kata pejabat itu menambahkan.

"Mereka tidak menyukai perang ini karena membenci gagasan membunuh orang-orang yang berbicara bahasa Rusia."

"Mereka telah kehilangan banyak rekannya di utara dan mereka telah kehilangan kapal perang Moskva.

Selain itu, kata dia, angkatan udara Rusia tidak selalu bisa membantu angkatan darat.

Baca: Beredar Video Kapal Perang Rusia Moskva Diduga Dihantam Rudal Ukraina sebelum Tenggelam

Baca: Mantan Presiden Ukraina: Negara Kami Membutuhkan Senjata, Senjata, dan Senjata!

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini

 



Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer