Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Entrok adalah novel karya dari penulis Okky Madasari.
Okky merupakan penulis Indonesia yang lahir di Magetan, Jawa Tengah.
Entrok merupakan novel pertama karya Okky Madasari yang diterbitkan.
Diterbitkan pertama kali tanggal 21 April 2010 guna memperingati hari Kartini. (1)
Entrok merupakan penggambaran ketidakadilan terhadap perempuan yang terjadi di masa Orde Baru.
Judul Entrok menjadi simbol keterkungkungan dan perlawanan dari perempuan.
Pada masa dahulu hingga sekarang perempuan banyak mengalami ketidakadilan di dalam lapisan kehidupan.
Novel Entrok sebagaian ceritanya terinspirasi kisah dari nenek Okky. (2)
Novel Entrok diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama dan berisi 288 halaman.
Baca: Novel - Saman (1998)
Sinopsis
Terdapat dua tokoh utama pada novel Entrok yakni Sumarni dan Rahayu.
Rahayu adalah anak tunggal dari Sumarni dan Teja.
Pada tahun 1950-an, Sumarni hanya tinggal berdua bersama ibunya tanpa nafkah dari seorang ayah.
Akibat kesulitan ekonomi di masa 1950, Sumarni tidak pernah mendapatkan pendidikan formal.
Sedangkan ibunya atau yang biasa dipanggil Simbok bekerja di pasar sebagai tukang potong ubi.
Suatu hari Sumarni ikut membantu pekerjaan Simbok ke pasar.
Dirinya membantu Simbok mengupas ubi.
Setelah mengupas ubi, Simbok mendapatkan upah dari pedagang tersebut yang berupa beberapa buah ubi.
Melihat hal tersebut, Sumarni menjadi sangat kecewa atas pembayaran tenaga Simboknya.
Hal tersebut adalah tradisi yang berlaku di pasar.
Pekerja perempuan dihargai dengan ubi, sedangkan pekerja laki-laki dihargai dengan uang.
Hal tersebut membuat Sumarni sebagai suatu hal ketidakadilan.
Mulai saat itu, Sumarni berjanji pada dirinya sendiri untuk menaikkan derajat kehidupannya serta keluarganya.
Sumarni tertarik untuk menjadi kuli di sebuah grosir milik seorang Cina.
Sumarni hanyalah satu-satunya kuli perempuan di pasar tersebut.
Dengan hasil kerja kerasnya selama menjadi kuli, sedikti demi sedikit uang ia kumpulkan.
Ia pun dapat membeli entrok (beha) yang diinginkannya.
Sumarni menjalin hubungan dengan teman laki-laki yang berprofesi sebagai kuli yakni Teja.
Keduanya lalu menikah dan hidup sebagai keluarga bersama dengan Simbok.
Sumarni beralih profesi sebagai pedagang di pasar dan modalnya ia dapatkan dari tabungan upah kuli.
Ia menjual peralatan rumah tangga yang kemudian dikreditkan kepada pembeli.
Tidak lama setelah itu, Simbok pun meninggal dan keduanya dikaruniai seorang anak perempuan bernama Rahayu.
Kehidupan ekonomi Sumarni pun meningkat drastis.
Sumarni tersu mengembangkan usahanya yakni meminjamkan uang dengan imbalan pembayaran bungan sepuluh persen dan bisa dicicil.
Kehidupan Rahayu pun bernasib baik, tidak seperti Sumarni dahulu.
Konflik terjadi ketika Rahayu sangat menjunjung tinggi ajaran-ajaran agama yang telah didapatkan dari guru agamanya d sekolah.
Perbedaan paham tersebut yang menjadikan Rahayu dan Ibunya sering berselisih.
Setelah lulus SMA, Rahayu melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta.
Di sana Rahayu sudah memiliki kekasih yakni seorang dosen di tempatnya berkuliah.
Dosen tersebut bernama Amri dan ia sudah memiliki istri.
Sedangkan sang ibu yakni Sumarni merindukan putrinya untuk datang ke kampung halamannya.
Kehidupan Sumarni dilalui tanpa kehadiran Rahayu disisinya dan Teja yang berselingkuh.
Akibat Amri dan Rahayu bergabung ke dalam kelompok demonstran yang melakukan unjuk rasa, mereka berdua resmi dikeluarkan oleh pihak kampus.
Rahayu dan Amri kembalu ke kampung untuk menikah dan meminta restu kepada orangtua Rahayu.
Setelah menikah, keduanya kembali ke Yogyakarta.
Rahayu bergabung ke dalam kelompok jamaah dari sang suami.
Suatu hari Rahayu, Amri dan guru spiritual Amri memperjuangkan nasib para warga yang tinggal di kampung yang hendak digusur oleh pemerintah.
Perjuangan merekapun berakhir dengan tragis.
Rahayu masuk penjara dan Amri meninggal dunia.
Setelah keluar dari penjara, Rahayu pun pulang menemui ibunya.
Dirinya pun berubah menjadi anak yang penurut.
Sumarni menerima keadaan putrinya sebagai mantan narapidana.
Hal tersebut membuat Rahayu cacat KTP karena pernah menjadi narapidana.
Di lingkungan sosial pada masa itu, orang yang cacat KTP mendapat perlakukan yang berbeda dan sulit dterima oleh masyarakat.
Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi beban tersendiri bagi Sumarni.
Bagi Sumarni tidak berarti lagi harta yang banyak jika dibandingkan dengan keberadaan putrinya yang meresahkan masyarakat sekitar. (3)
Baca: Novel - Dear Nathan (2016)
Kelebihan Novel
Novel Entrok bercerita mengenai ketidakadilan yang didapatkan oleh kaum perempuan di masa Orde Baru.
Cerita Entrok mencerminkan apa yang terjadi di dalam masyarakat dari jaman Orde Baru hingga sekarang.
Selain itu, sistem patriarki yang terus menerus ada menimbulkan ketidakadilan terhadap perempuan.
Entrok mengajarkan perempuan untuk tangguh dan pantang menyerah.
Entrok cocok dibaca usia berapa saja dan akan menambah pengetahuan setelah membaca novel ini.
Dalam cerita Entrok juga terdapat banyak makna di dalamnya. (1)