Menurut Jaksa Ukraina, beberapa saksi mengaku sangat trauma dengan cobaan berat yang mereka alami sehingga mereka tidak dapat berbicara.
Mengutip Kompas.com, usai Rusia menarik diri dari beberapa daerah di sekitar Kyiv, Wali Kota Bucha menyebut bahwa 300 penduduk telah dibunuh oleh pasukan Rusia saat petempur Chechnya menguasai wilayah tersebut.
Sementara itu, Rusia membantah tuduhan terkait pasukannya yang membunuh warga sipil di Bucha.
Moskwa menegaskan, tidak ada penduduk yang menderita akibat kekerasan dari pasukan Rusia.
Sebaliknya, Rusia justru menuduh Kyiv bahwa Ukraina-lah yang melakukan provokasi yang dibuat-buat untuk media Barat.
Untuk pertama kalinya, sejumlah jaksa Ukraina akhirnya berhasil memasuki kota Bucha, Irpin dan Hostomel pada Minggu.
Baca: Bawa Tentara Ukraina sebagai Sandera, Pasukan Rusia Tinggalkan Chernobyl
Adapun, menurut Jaksa Agung Ukraina Irya Venedyktova, mereka membutuhkan lbih banyak waktu untuk menyelidiki kejahatan yang sudah berlangsung belakangan ini.
“Kami perlu bekerja dengan para saksi. Orang-orang saat ini sangat tertekan sehingga mereka secara fisik tidak dapat berbicara,” kata Venedyktova.
Pihaknya menambahkan, sebanyak 140 mayat sejauh ini telah diperiksa.
Selain itu, Venedyktova akan meminta Kementerian Kesehatan Ukraina untuk menyediakan sebanyak mungkin ahli forensik ke rumah sakit lapangan di wilayah Kyiv.
“Ratusan orang tewas. Disiksa, warga sipil dieksekusi. Mayat-mayat di jalan-jalan,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Baca: Ukraina Bantah Terobos Perbatasan dan Serang Pangkalan Minyak Rusia
Menurut Menteri Dalam Negeri Ukraina Denys Minastyrskiy, sudah sangat jelas bahwa ratusan warga sipil telah tewas.
Namun, ia tak ingin mengatakan secara pastiberapa bayak, lantaran upaya masih dilakukan guna memebrsihkan ranjau di daerah tersebut.
"Warga setempat banyak yang dianggap hilang. Kami tidak bisa memberikan angka pasti, tapi ada banyak orang," kata Monastyrskiy.
Baca: Harga BBM Naik akibat Invasi Rusia ke Ukraina, Luhut: Kita yang Paling Lambat Naikkan
Baca selengkapnya terkait krisis Ukraina di sini