Acara ini diadakan di The Westin Hotel, Gama Tower, Jakarta Selatan dan akan diikuti oleh 49 proyek Akatara terpilih setelah melalui proses kurasi dan penjurian.
Terdiri dari lima kategori, yaitu; Kategori Fiksi Pendek, Animasi, Fiksi Panjang, Serial, dan Dokumenter.
Selama penyelenggaraan Pitching Forum Akatara 2022 ini, pemilik ke-49 proyek terpilih, akan diberikan waktu presentasi di depan investor.
Di hari pertama penyelenggaraannya, Pitching Forum Akatara 2021 dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
"Dengan diadakannya Akatara ini diharap akan kembali menstimulasi bangkitnya industri perfilman Indonesia pasca-pandemi. Sebagaimana tujuan diadakannya Akatara yang berfokus pada tumbuh kembangnya unsur usaha perfilman filmpreneurs dan profesionalisme dalam berprofesi. Penguatan badan usaha film company startup penting untuk menjadi pondasi dari ketahanan dan kesinambungan industri perfilman nasional," ujar Sandiaga Uno.
Setelah tertunda pelaksanaannya dikarenakan pandemi, Deputi Bidang Industri dan Investasi, Henky Manurung optimis dengan kembalinya Akatara, dapat mentrigger para sineas tanah air untuk semangat berkarya dan menumbuhkan semangat perfilman untuk kembali membangun ekosistem yang sehat.
Baca: Akatara 2021, Kemenparekraf Jelaskan Pentingnya Intellectual Property dalam Industri Konten
Dapat dilihat dari antusiasme yang tinggi dalam mengikuti rangkaian workshop dan seminar tahun lalu.
Akatara dapat menjadi program payung dan pondasi akses pembiayaan bagi industri perfilman di Indonesia.
Sementara Hanifah Makarim, selaku Direktur Akses Pembiayaan pun menyampaikan hadirnya Akatara 2022 ini dapat melengkapi ekosistem perfilman Indonesia.
"Adanya Akatara kali ini, bukan hanya mempertemukan para pelaku film dengan investor, tapi juga melakukan serangkaian workshop, seminar, yang mana hal-hal itu bisa menjadi bekal untuk para sineas masa depan, dapat menguatkan skill yang dibutuhkan dan melengkapi ekosistem perfilman Tanah Air," ucap Hanifah.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan talkshow bertemakan Fasilitasi Kemenparekraf untuk Ekosistem Perfilman Indonesia, dengan narasumber; Hanifah Makarim (Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf), Muhammad Amin (Direktur Industri Musik, Film dan Animasi Kemenparekraf), Yuana Rochma Astuti (Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf) dan Vivian Idris (Direktur Program Akatar) sebagai moderator.
Dengan terselenggaranya Pitching Forum Akatara 2022 ini, diharap akan mempertemukan investor dengan pelaku film dengan ide-ide yang cemerlang dan dapat menghasilkan karya-karya baru di industri perfilman.
"Perjalanan Akatara kali ini lebih dari yang sebelum-sebelumnya. Kali ini kami mulai dengan adanya pembekalan melalui workshop dan seminar, sebelum pemilihan proposal. Harapannya, proposal yang sudah dipilih ini benar-benar akan menjadi karya yang bisa menemukan investor yang tepat dan menjadi salah satu film yang ikut membantu bangkitnya industri perfilman di Indonesia," ucap Vivian Idris, Direktur Program Akatara.
Baca: KPK Luncurkan ACFFest 2021, Hadirkan Kompetisi yang Mendukung Kampanye Antikorupsi melalui Film
Setelah pembukaan oleh Menteri Sandiaga Uno, Pitching Forum Akatara juga menghadirkan berbagai talkshow, di antaranya ‘Kondisi Terkini Industri Konten dan Film di Indonesia’, dan ‘Co production and funding opportunity by Netherland Film Fund’.
Bekerjasama dengan berbagai asosiasi perfilman, Akatara juga menghadirkan seminar di antaranya ‘INAFED Flashback: Dari Tersanjung sampai Layangan Putus (Proses Editing TV Series di Era Jaman Dulu dan Sekarang)’,
‘Digital Post Production Workflow’, dan ‘ICS: Cinematography, More Than Just Recording’.
Jangan lewatkan juga di akhir penyelenggaraan Pitching Forum, sebagai penutup akan diadakan pemutaran film.
Untuk dapat menghadiri berbagai seminar di Pitching Forum Akatara 2022, dapat melakukan pendaftaran melalui https://bit.ly/SeminarAkatara2022.
Seluruh informasi terkait penyelenggaraan Akatara 2022 dapat dicek melalui official website di www. akatara.kemenparekraf.go.id.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini