Candi Menggung

Penulis: Yustica Septyaningtyas
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Situs candi menggung yang ada di Karanganyar


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Karanganyar adalah salah satu kota dengan banyak destinasi wisata dan peninggalan sejarah.

Salah satunya adalah situs candi menggung.

Lokasi dari situs candi ini terletak di Dusun Nglurah Desa Tawangmangu Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar.

Situs candi menggung yang ada di Karanganyar

Kata menggung sendiri diambil dari nama Kyai Menggung.

Kyai Menggung merupakan julukan Narutama, putra Bali pengikut Raja Airlangga.

Situs candi menggung ini merupakan peninggalan agama Hindu.

Situs candi menggung merupakan peninggalan arkeologi seperti punden yang berundak.

Di dusun Nglurah ini banyak keindahan yang ditemui.

Misalnya berbagai macam tanaman hias yang begitu menarik.

Suasana kesegaran terasa jika berada di tempat ini. (1)

Baca: Candi Merak

 

 

  • Lokasi


Lokasi dari situs candi menggung ini berada di Dusun Nglurah, Desa Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. (2)

Baca: Candi Losari

  • Ragam Keindahan


Desa Nglurah mengklaim sebagai sentra tanaman hias.

Ada 130 jenis tanaman hias yang dibudidayakan disini.

Terdapat pepohonan yang besar, bukit yang menjulang tinggi dan berwarna hijau.

Beberapa arca dengan bentuk dwarapala dan lainnya dipasang di beberapa titik situs candi menggung.

Selain itu juga terdapat berbagai ukuran batu dan arca dengan ukiran sangat detail dan unik.

Ada sebuah situs purbakala yang konon sebagai tempat petilasan Raja Airlangga yaitu Situs Candi Menggung. 

Keberhasilan pengelolaan Situs Candi Menggung akan menambah pendapatan.

Pendapatan itu pula yang dapat digunakan sebagai perbaikan Situs Candi Menggung.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/YUSTICA)

 

 

 

 



Nama Situs candi menggung


Lokasi Dusun Nglurah, Desa Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar


Jenis Destinasi Wisata


Sumber :


1. kompasiana.com


Penulis: Yustica Septyaningtyas
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer