PA 212 Gelar Aksi Bela Islam 2503 Siang Ini, Ribuan Massa Akan Hadir Tuntut Menag Yaqut Mundur

Penulis: Rakli Almughni
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI. Ribuan simpatisan Reuni Akbar 212 pada 2019 silam

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Persaudaraan Alumni (PA) 212 telah berencana menggelar aksi bertajuk "Aksi Bela Islam 2503" pada Jumat, (25/3/2022) siang ini.

Aksi yang berisikan sejumlah tuntutan ini akan digelar di kawasan Patung Kuda dan Istana Negara pukul 13.00 WIB atau seusai salat Jumat.

Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif berujar bahwa ribuan massa dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas) Islam serta tokoh agama lain akan menghadiri acara tersebut.

Namun, Slamet tidak menyebutkan secara pasti jumlah dari massa aksi tersebut.

Slamet sendiri juga mengaku bakal menghadiri aksi tersbeut

"Ribuan (massa aksi yang rencananya hadir). Abis salat Jumat," kata Slamet saat dikonfirmasi, seperti dikutip dari Tribunnews pada Jumat (25/3/2022).

"Insha Allah (saya akan hadir)," ucapnya.

Baca: Jenderal Dudung Pantau Langsung Reuni 212, Minta Massa Tak Lakukan Aksi karena Tak Ada Izin

Baca: 212Mart

Sementara itu, Ketua Panitia Reuni PA 212 Eka Jaya memastikan bahwa agenda ini akan berjalan secara damai dan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Eka menyebutkan bahwa aksi ini digelar untuk meminta kepada Pemerintah agar memberikan tindakan kepada penista agama termasuk Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

"Benar akan ada aksi besok (Jumat ini, red) di Istana Negara, tuntutan kita adalah agar negara mengambil langkah tegas kepada para Penista agama, seperti Menag, Ade Armando, Abu Janda dan lain-lain," kata Eka.

Sebelumnya, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menegaskan bahwa PA 212 meminta agar memproses pelaporan terduga penista agama yang dilakukan Menag Yaqut Cholil Qoumas.

"Penjarakan dan copot Yaqut dari Menag," ujar Novel saat dikonfirmasi, pada Kamis, (24/3/2022).

Selain itu, pihaknya juga meminta agar aparat penegak hukum turut memproses sejumlah nama seperti Gus Muwafiq, Jenderal Dudung Abduracham, Sukmawati, Viktor Laiskodat, Ade Armando, Deni Siregar, dan Abu Janda yang diduga melakukan penodaan agama.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer