Pengusaha Rusia Bakal Berikan Rp14 Miliar kepada Orang yang Bisa Tangkap Putin Hidup atau Mati

Penulis: Rakli Almughni
Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Rusia Vladimir Putin

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengusaha Rusia Alex Konanykhin, 55, telah menawarkan hadiah $1 juta atau Rp14 miliar untuk penangkapan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Konanykhin memposting poster wajah Putin dengan disisipkan kalimat "Dicari: Mati atau Hidup".

Dia mengatakan dalam postingannya di Facebook dan LinkedIn bahwa ia akan membayar uang untuk penangkapan Putin yang ia sebut sebagai penjahat perang di bawah hukum internasional.

Konanykhin mengklaim bahwa Putin bukan Presiden Rusia karena dia telah membunuh lawannya.

Setelah Facebook melarang postingan tersebut, Konanykhin bersikeras bahwa ia tidak meminta orang untuk membunuh Putin dan ingin dia "diadili".

Tawaran Konanykhin datang seminggu setelah Putin menyetujui invasi Rusia ke Ukraina, yang telah menyebabkan kematian lebih dari 2.000 warga sipil Ukraina.

Konanykhin merupakan seorang pengusaha kaya raya yang bertugas di delegasi Rusia ke AS pada tahun 1992 di bawah Presiden Boris Yeltsin.

Vladimir Putin (instagram/ president_vladimir_putin)

Baca: Istri Tercinta Tewas akibat Serangan Rudal Rusia, Warga Ukraina Ini Ingin Vladimir Putin Mati

Baca: Tentara Rusia Mengaku Dibohongi agar Bersedia Bertempur di Ukraina

Tapi dia berselisih dengan Kremlin setelah menuduhnya menggelapkan $8 juta dari Russian Exchange Bank di Moskow dan dia diberikan suaka untuk tinggal di AS pada 2007.

Dalam posting di LinkedIn, Konanykhin menulis: "Saya berjanji untuk membayar $ 1.000.000 kepada petugas yang sesuai dengan tugas konstitusional mereka, menangkap Putin sebagai penjahat perang di bawah hukum Rusia dan internasional."

"Putin bukan presiden Rusia karena ia berkuasa sebagai hasil dari operasi khusus meledakkan gedung-gedung apartemen di Rusia, kemudian melanggar Konstitusi dengan menghilangkan pemilihan umum yang bebas dan membunuh lawan-lawannya. Sebagai seorang etnis Rusia dan warga negara Rusia, saya melihatnya sebagai kewajiban moral saya untuk memfasilitasi denazifikasi Rusia," kata Konanykhin, dikutip TribunnewsWiki dari Daily Mail, Jumat, (4/3/2022).

"Saya akan melanjutkan bantuan saya ke Ukraina dalam upaya heroiknya untuk menahan serangan gencar Orda Putin," ujarnya.

Setelah cerita itu dilaporkan dan Facebook melarang posting tersebut, Konanykhin menjelaskan lebih lanjut tentang dirinya.

"Beberapa laporan menunjukkan bahwa saya berjanji untuk membayar pembunuhan Putin. Hal ini TIDAK benar. Sementara hasil seperti itu akan disambut oleh jutaan orang di seluruh dunia, saya percaya bahwa Putin harus dibawa ke pengadilan," ujar Konanykhin.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni
Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer