Rusia mengklaim telah menguasai Kherson, kota pelabuhan di selatan negara, pada Rabu (3/2/2022).
Sementara itu, serangan roket menghantam gedung di Kharkiv dan menimbulkan 21 orang tewas, 112 terluka.
Melansir BBC melalui Tribunnews.com, militer Ukraina menyebut, pasukan terjun payung Rusia berhasil mendarat dan berjuang untuk menguasai kota.
Adapun laporan bahwa serangan roket telah menghantam gedung departemen kepolisian regional dan bagian dari Universitas Karazin.
Menurut walikota Kharkiv, sedikitnya 21 orang tewas dan 112 terluka dalam penembakan tersebut.
Kota terpadat kedua di Ukraina itu, hanya berjarak 30 mil dari perbatasan dan sebagian besar berbahasa Rusia.
Baca: Invasi Rusia Berlanjut, Joe Biden: Putin Tidak Paham Apa yang Bakal Terjadi
Saat ini, pasukan militer Rusia telah menyebar di selatan Ukraina.
Kementerian pertahanan Rusia mengklaim telah merebut kota Kherson di selatan.
Sementara itu, walikota Kherson menyebut bahwa kota itu masih di bawah kendali Ukraina.
Namun, pemerintah setempat menyatakan Kherson benar-benar dikepung oleh pasukan Rusia.
Wali kota pelabuhan strategis Mariupol mengatakan kota itu terus-menerus diserang.
Baca: Setelah Serbu Jemaah Palestina Secara Brutral, Israel Kini Kecam Invasi Rusia di Ukraina
Konvoi besar kendaraan berlapir baja Rusia berjarak sekitar 15 mil dari Kiev, ibu kota Ukraina.
Rudal Rusia menargetkan menara TV di kota tersebut pada Selasa, (1/2/2022).
Atas serangan tersebut, sedikitnya 5 orang tewas dan lima lainnya terluka.
Selain itu, serangan rudal Rusia juga berdampak pada siaran TV setempat yang sempat terganggu.
Baca: Perusahaan AS Ramai-Ramai Jatuhkan Sanksi kepada Rusia, dari Apple hingga Google
Baca selengkapnya terkait perang Rusia vs Ukraina di sini