Setelah Serbu Jemaah Palestina Secara Brutral, Israel Kini Kecam Invasi Rusia di Ukraina

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemandangan sebuah apartemen atau rumah susun yang rusak akibat serangan udara Rusia di Chuhuiv, wilayah Kharkiv, Ukraina timur, Kamis (24/2/2022).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Israel secara keras mengutuk serangan di dekat monumen peringatan pembantaian Yahudi era Perang Dunia II di dekat Kiev, Ukraina, Selasa (1/3/2022).

Pusat Peringatan Holocaust Dunia Yad Vashem Israel mengeluarkan kecaman keras atas serangan tersebut.

Lembaga tersebut mengatakan, serangan Rusia di sekitar situs peringatan Holocaust Babyn Yar adalah mematikan.

Namun demikian, pernyataan resmi dari Pemerintah Israel terkait serangan tersebut tidak menyebutkan Rusia.

"Kami menyerukan agar kesucian situs dilestarikan dan dihormati," kata Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid, dikutip dari Kompas.com.

Warga Ukraina yang berdomisili di Korea Selatan melakukan aksi unjuk rasa menentang invasi Rusia ke Ukraina, di dekat Kedutaan Rusia di Seoul, Senin (28/2/2022). (JUNG YEON-JE / AFP)

Dirinya juga mengungkapkan kesedihan atas jatuhnya korban tewas akibat invasi Rusia ke Ukraina pekan lalu.

Meski demikian, Israel mengaku tetap membuka saluran komunikasi dengan Moskwa dengan harapan membantu meringankan krisis.

Sebelumnya, Israel menahan 20 warga Palestina dan menyerang jemaah Isra Mikraj pada Senin (28/2/2022) di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem.

Sebanyak 14 warga Palestina terluka, termasuk seorang anak, dan empat orang lainnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Baca: Volodymyr Zelensky

Baca: Kini Warga Rusia Mulai Rasakan Sanksi Internasional Usai Putin Lancarkan Invasi ke Ukraina

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR ISRAEL DI SINI



Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer