Perusahaan AS Ramai-Ramai Jatuhkan Sanksi kepada Rusia, dari Apple hingga Google

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Apple Store

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sejumlah perusahaan besar asal Amerika Serikat (AS) mengecam tindakan Rusia di Ukraina dan memberikan sanksi kepada negara itu.

Perusahaan tersebut di antaranya Apple, Google, Ford, Harley Davidson, dan Exxon Mobil.

Pada hari Selasa lalu, (1/3/2022), Apple mengatakan telah menghentikan penjualan iPhone dan produk lainnya di Rusia.

Melansir pemberitaan Reuters, (2/3/2022), Apple juga tengah membuat perubahan pada aplikasi Maps miliknya untuk melindungi warga Ukraina.

"Kami sangat prihatin dengan invasi Rusia ke Ukraina dan berada di pihak yang kini menderita karena kekerasan," demikian pernyataan Apple dikutip dari Reuters.

Alphabet Inc yang merupakan induk perusahaan memutuskan mengeluarkan media pemerintah Rusia dari kanal berita mereka.

Baca: Suami Istri di Ukraina Habiskan Bulan Madu dengan Bertempur Melawan Rusia

Logo Apple Inc. (Commons.wikimedia.org)

Sementara itu, raksasa otomotif Ford Motor mengatakan tengah menangguhkan operasional bisnisnya di Rusia.

"Ford sangat prihatin dengan invasi di Ukraina dan ancaman yang ditimbulkannya terhadap perdamaian dan stabilitas."

"Situasi ini telah mamaksa kami untuk mempertimbangkan kembali operasional kami di Rusia," demikian pernyataan Ford.

Menyusul Ford, perusahaan sepeda motor Harley Davidson juga menangguhkan penjualan produknya di negara itu.

Baca: Kini Warga Rusia Mulai Rasakan Sanksi Internasional Usai Putin Lancarkan Invasi ke Ukraina

Hal yang sama juga dilakukan oleh raksasa migas Exxon Mobil yang menghentikan operasionalnya di Rusia.

Exxon juga dilaporkan bakal keluar dari kerja sama Sakhalin-1, mengikuti jejak Shell Plc adan BP.

"Kami menyayangkan tindakan militer Rusia yang yang melanggar integritas teritorial Ukraina dan membahayakan warganya," kata Exxon.

Lebih lanjut, Exxon mengatakan tidak akan menanamkan investasi baru di Rusia.

Di dunia transpotasi udara, Boeing mengentikan layanan suku cadang dan perawatan untuk maskapai asal Rusia.

Perusahaan pesawat itu juga menghentikan operasional di Moskwa dan akan untuk sementara waktu akan menutup kantornya di Kyiv.

Berbagai sanksi dan pembatasan dari negara-negara Barat dilaporkan berdampak besar terhadap ekonomi Rusia.

Baca: Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei: Rezim Mafia Amerika Serikat Menciptakan Krisis Ukraina

Nilai mata uang Rusia, Rubel, anjlok dan mencatatkan level terendah. Berbagai perusahaan pengiriman juga mengatakan tidak akan melayani pelabuhan Rusia.

Para raksasa teknologi dilaporkan terus berusaha agar pasukan Rusia tidak bisa memanfaatkan kegunaan produk mereka.

Sebagai contoh, Microsoft mengatakan akan mengeluarkan aplikasi milik milik pemerintah Rusia, Russia Today, dari Windows App Store.

Microsoft juga akan melarang iklan pada media yang disponsori pemerintah Rusia.

Sementara itu, Google melakukan pembatasan terhadap Russia Today dan kanal Rusia lainnya sehingga tidak bisa mendapatkan uang dari iklan.

Baca: Prihatin dengan Kondisi Ukraina, Warner Bros. Tunda Peluncuran The Batman di Rusia.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer