Tak hanya itu, pria tersebut juga menembak pengasuh anak-anaknya hingga tewas dan kemudian menembak dirinya sendiri.
Dikutip dari Associated Press, (1/3/2022), pihak berwenang menyebut peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
Ada lima orang yang ditemukan meninggal di gereja yang berada di wilayah Arden-Arcade itu.
Polisi mengatakan tiga anak itu masing-masing berusia 9, 10, dan 13 tahun.
Korban keempat, kata polisi, adalah pengasuh anak-anak tersebut.
Baca: Eks Pemain NFL Tembak Mati 5 Orang Lalu Tembak Kepala Sendiri: Lagi, Insiden Penembakan Massal di AS
Pelaku dilaporkan memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan ibu dari anak-anaknya.
Polisi meyakini penembakan itu terjadi saat ada kunjungan bersama anak-anak.
Nama pelaku belum diungkap oleh polisi, tetapi pejabat setempat mengatakan pelaku berusia 39 tahun.
Peristiwa itu diketahui setelah seorang staf gereja memanggil bantuan darurat karena mendengar adanya suara tembakan.
Kepala polisi menganggap peristiwa itu sebagai kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Pejabat setempat belum mengetahui apakah pelaku dan korbannya menjadi anggota gereja tersebut.
Baca: Kasus Pembantaian di SD Sandy Hook, Remington Arms Akan Bayar $73 Juta kepada Keluarga Korban
Dikutip dari La Times, ibu dari anak-anak tersebut masih hidup dan telah menghubungi pihak berwenang.
Saat penembakan itu terjadi, dia diyakini tidak berada di kota tempat peristiwa itu terjadi.
Dia kemudian diberi tahu oleh seorang pendeta mengenai peristiwa itu.
Polisi kini sedang mengumpulkan bukti di lapangan dan memeriksa saksi.
Sementara itu, pemimpin distrik bernama Michael Baginski meyakini pelaku adalah pengidap sakit jiwa.
Baginski mengatakan dia tidak berada di tempat kejadian saat peristiwa terjadi.
Menurutnya, saat peristiwa penembakan terjadi, gereja tidak sedang melaksanakan kebaktian.
Baca: Fakta Terbaru Penembakan yang Menewaskan Karyawati BRI Link di Lampung Timur
Baca berita lainnya tentang penembakan di sini