Kenaikan harga memberatkan masyarakat, bahkan pedagang pun mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan ini karena mengakibatkan turunnya pendapatan.
Lalu, barang kebutuhan apa saja yang mengalami kenaikan harga beberapa waktu belakangan?
Simak ulasannya, dikutip dari Kompas.com :
Kenaikan harga minyak goreng terjadi sejak akhir tahun 2021.
Namun kini minyak goreng di pasar modern maupun pasar tradisional masih sulit ditemukan.
Toko ritel modern yang biasanya dipenuhi produk minyak goreng dari berbagai merek kini terlihat kosong.
Kondisi serupa juga terjadi di pasar tradisional.
PT Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi untuk jenis BBM Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada 12 Februari lalu.
Kenaikan harga ini juga telah dilakukan oleh perusahaan SPBU lainnya, seperti Shell, Vivo, dan BP AKR sejak awal Februari 2022.
Harga BBM nonsubsidi, LPG, dan listrik juga berpotensi mengalami kenaikan imbas dari perang Rusia-Ukraina.
Sebab, peperangan mengakibatkan harga minyak dunia mengalami kenaikan.
Baca: PT Pertamina (Persero)
Baca: Shell
Harga tempe dan tahu mengalami kenaikan setelah sebelumnya para perajin tempe dan tahu melakukan aksi mogok produksi.
Hal ini karena harga kedelai yang mengalami kenaikan di minggu pertama Februari 2022 mencapai 15,77 dollar AS per bushel atau setara Rp 11.240 per kilogram.
Kementerian Perdagangan memperkirakan kenaikan tersebut akan terjadi sampai Juli mendatang apabila harga kedelai menembus Rp 12.000 per kilogram.
Harga daging sapi di pasar tradisional mengalami kenaikan menjadi Rp 150.000 hingga Rp 160.000 per kilogram.
Padahal, saat ini belum memasuki bulan Ramadhan yang umumnya akan terjadi kenaikan harga daging.
Minggu (27/2/2022) lalu, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga gas Elpiji nonsubsidi 5,5 kilogram dan 12 kilogram demi menyesuaikan dengan perkembangan industri minyak dan gas.
Kenaikan harga Elpiji ini berbeda di beberapa tempat.
Di DKI Jakarta, harga Elpiji nonsubsidi 5,5 kilogram mencapai Rp 88.000 dan Elpiji 12 kilogram mencapai Rp 187.000.