Kesaksian WNI di Ukraina Setelah Putin Umumkan Operasi Milier : Dengar Bom Meledak, Masih Bertahan

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang tentara Ukraina berdiri di garis depan perbatasan dengan kelompok separatis yang didukung Rusia, Donetsk, 7 Februari 2022.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pepi Aprianti Utami, tak merasa kaget waktu hubungan Ukraina dan Rusia mulai memanas.

Ekspatriat asal Indonesia yang sudah 9 tahun tinggal di Ukraina ini, tenang-tenang saja.

Hal itu tergambar dari wawancara jarak jauh dengan Kompas.com pada Pepi, Rabu (16/2/2022).

Saat itu, kondisi di Kiev, ibu kota Ukraina tempat Pepi dan suaminya tinggal, masih kondusif.

"Ini bukan pertama kalinya saya mendengar kabar rencana serangan. Konfrontasi dengan Rusia sudah sejak lama, mungkin sejak 2014, sewaktu Crimea dicaplok. Untuk perang, itu bisa terjadi saja besok. Sewaktu-waktu saja," ujar Pepi.

"Perang tergantung pihak Rusia. Kalau Ukraina, militernya sudah siaga, tapi di posisi defend," tambahnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin (YURI KOCHETKOV / POOL / AFP)

Pepi mengungkapkan, sudah ada langkah-langkah khusus dari KBRI Ukraina kalau serangan benar-benar terjadi.

"KBRI Ukraina sudah mempersiapkan langkah antisipasi jika perang diumumkan. Imbauannya sama seperti Pemerintah Ukraina, yakni tetap tenang, tidak panik, dan menghindari keramaian," ujarnya.

"Ada pula anjuran mengisi form online, kalau keadaan tidak kondusif, bersediakah dipulangkan, ikut dengan staf KBRI," tambahnya.

Baca: Vladimir Putin

Baca: Rusia Menyerbu Ukraina, Luncurkan Rudal ke Kota-Kota Besar dan Daratkan Pasukan

Pepi kemudian juga menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting, paspor, pakaian, obat-obatan.

Dirinya siaga bila ada situasi yang tak diinginkan.

"Pemerintah Ukraina juga mendesain tempat publik, salah satunya sebagai tempat penampungan. Juga mempersiapkan panduan area-area mana saja yang bisa menjadi lokasi aman ketika terjadi situasi yang tak diinginkan," ujarnya.

Namun, Kamis (24/2/2022), hal yang tak diinginkan itu akhirnya terjadi juga.

Presiden Rusia Vladimir Putin, resmi mengumumkan serangan pada Ukraina.

Sirene serangan udara berbunyi di pusat kota Kiev.

Pepi, yang dikontak Kompas.com sekitar pukul 13.40 WIB, mengabarkan kondisi terkini di sana.

"Kondisi di Kiev sekarang mencekam, terdengar bom berkali-kali dari tempat saya tinggal," ujar Pepi.

"Sekarang saya sedang bersiap-siap. Dari KBRI belum ada instruksi baru, masih sama. Saya juga masih stay di rumah," tambahnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR KRISIS UKRAINA DI SINI



Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer