Hacker Pemerintah Rusia Disebut Telah Terobos Sistem Militer Ukraina

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi peretas

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Peretas atau hacker pemerintah Rusia disebut telah menerobos sistem militer Ukraina.

Tak hanya itu, infrastrukur energi dan jaringan komputer penting lainnya juga disebut telah diterobos demi mendapatkan data penting.

Intelijen Amerika Serikat (AS) menyebut para peretas berusaha mengetahui posisi infrastruktur penting agar bisa mengganggu sistem tersebut jika Rusia bener-benar menyerbu Ukraina.

Dengan demikian, jika invasi terjadi, Rusia bisa melumpuhkan sektor penting seperti kelistrikan, transportasi, keuangan, dan telekomunikasi sehingga kondisi Ukraina menjadi tidak stabil.

"Kami tidak tahu bahwa mereka ingin melakukannya [peretasan] juga," kata seorang pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya, dikutip dari Washington Post, (16/2/2022).

"Namun, kami telah bekerja sama dengan Ukraina untuk menguatkan pertahanan siber mereka."

Juru bicara Rusia telah diminta untuk buka suara. Namun, hingga kini dia belum berkomentar.

Baca: Berisi para Wanita Lansia, Batalion Babushka Siap Lindungi Ukraina dari Rusia

Baca: PM Inggris Boris Johnson: Sanksi Siap Dijatuhkan jika Rusia Menyerbu Ukraina

Ilustrasi peretas (Shutterstock)

Sementara itu, Pusat Komunikasi Strategis dan Keamanan Informasi Ukraina mengatakan PrivatBank telah mendapat serangan siber.

Bank swasta terbesar di Ukraina itu terkena serangan denial-of-service yang mengganggu transaksi nasabah.

Namun, layanan bisa kembali normal beberapa jam kemudian.

Tak hanya itu, laman Kementerian Pertahanan Ukraina dan Angkatan Bersenjata juga diserang.

Baca: Kirim Senjata ke Ukraina, AS Dituding Buat Situasi Politik Makin Panas

Pemerintah Ukraina tidak menyebut dalang di balik serangan itu, tetapi percaya bahwa Rusia adalah pelakunya.

Melansir pemberitaan dari Associated Press, setidaknya ada 10 laman web Ukraina yang tidak bisa diakses karena serangan itu.

"Kami tidak memiliki informasi apa pun tentang gangguan lainnya yang (bisa) disembunyikan dalam serangan DDoS ini," kata Victor Zhora, seorang pejabat pertahanan siber Ukraina.

Dia mengatakan tim siber kini bekerja menangani masalah itu.

Salah satu target serangan adalah penyedia hosting bagi laman angkatan darat Ukraina dan PrivatBank.

"Tidak ada ancaman terhadap dana nasabah," demikian pernyataan Pusat Komunikasi Strategis dan Keamanan Informasi Ukraina.

Zhora menyebut mengidentifikasi pelaku serangan siber adalah hal yang sulit dilakukan.

Baca: PM Inggris Boris Johnson: Invasi ke Ukraina Akan Jadi Bencana Militer bagi Rusia & Dunia

"Kami harus menganalisis log dari penyedia IT," kata dia.

Serangan siber disebut sebagai salah satu ciri khas pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

Sejak tahun 2014, Ukraina sudah sering mendapat serangan siber dari Rusia.

Saat itu Rusia tengah menganeksasi Semenanjung Krimea dan membantu gerakan separatis di Ukraina timur.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer