Rayan terjebak di sumur di kota bukit utara Bab Berred, Maroko, sejak Selasa, (1/2/2022), hingga akhirnya berhasil dievakuasi pada Sabtu (5/1/2022).
Namun, saat dia berhasil ditarik dari sumur tersebut, nyawa Rayan tak bisa diselamatkan.
Kisah pilu Rayan ini sontak menyita perhatian seluruh warga Maroko dan dunia.
Baca: Kisah Rayan Awram, Bocah 5 Tahun di Maroko yang Tewas karena Terjebak di Sumur selama 5 Hari
Nama Rayan bahkan menjadi trending topic nomor satu di media sosial (medsos) Twitter pada Minggu (6/2/2022).
Para warganet baik di tanah air maupun di seluruh dunia turut merasakan duka cita yang mendalam atas kematian Rayan.
Tak hanya netizen di seluruh penjuru dunia, kabar meninggalnya Rayan juga menimbulkan kesedihan mendalam di hati penyanyi asal Swedia, Maher Zain.
Lewat akun Instagram-nya, Maher Zein menyampaikan keprihatinannya atas meninggalnya Rayan.
"Sangat memilukan mendengar Rayan tidak selamat setelah ditarik keluar dari sumur. Saya tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dialami orang tuanya. Semoga Allah memberi mereka kesabaran dan kekuatan untuk bertahan dari kehilangannya. Doakan dia dan keluarganya," kata Maher Zein, dikutip TribunnewsWiki di akun Instagram @maherzainofficial, Minggu (6/2/2022).
Selama 5 hari terakhir, Pemerintah Kerajaan Maroko telah melakukan upaya yang sungguh-sungguh untuk menyelamatkan Rayan.
Dalam sebuah pernyataan, Istana Kerajaan Maroko mengatakan bahwa Rayan Awram telah meninggal sebelum tim penyelamat dapat menyelamatkannya.
Raja Maroko Mohammed VI menyampaikan belasungkawa kepada orang tua Rayan.
"Setelah kecelakaan tragis yang menelan korban jiwa anak Rayan Oram, Yang Mulia Raja Mohammed VI memanggil orang tua dari anak laki-laki yang meninggal setelah jatuh ke dalam sumur," kata pernyataan itu, seperti dikutip Al Jazeera.
Baca: Pandemi Covid-19, Ratusan Muslim Maroko Berdoa Bersama di Balkon Masing-masing Rumah
Selama upaya penyelamatan, warga Maroko berbondong-bondong mendoakan Rayan agar berhasil ditarik dengan keadaan sehat.
Ratusan penduduk desa berdiri menunggu di dekat lokasi sumur tersebut untuk mengetahui berita terkini ketika operasi penyelamatan berlanjut.
Kerabat laki-laki Rayan mengatakan kepada Reuters TV bahwa keluarga itu pertama kali menyadari bahwa dia hilang ketika mereka mendengar tangisan teredam dan menurunkan telepon dengan cahaya dan kameranya untuk menemukannya.
"Dia menangis 'angkat aku'," kata kerabat itu.
Wilayah berbukit di sekitar Chefchaouen sangat dingin di musim dingin.
Makanan dan air diturunkan kepada Rayan, dan dia juga disuplai dengan air dan oksigen menggunakan tabung untuk bertahan hidup.
Akan tetapi, takdir berkata lain.
Rayan telah mengembuskan napas terakhirnya saat petugas berhasil mengeluarkan tubuhnya dari sumur sedalam 32 meter itu.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini