Vaksin yang khusus diberikan kepada balita akan memiliki dosis yang sangat rendah.
Jika permintaan ini dikabulkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), balita AS bisa mulai divaksin pada bulan Maret mendatang.
Dilansir dari Associated Press, (2/2/2022), hingga saat ini anak berumur di bawah 5 tahun di AS menjadi satu-satunya kelompok masyarakat yang belum memenuhi syarat untuk disuntik vaksin Covid-19.
Banyak orang tua yang mendesak agar vaksinasi diperluas hingga kelompok balita dan prasekolah karena kasus varian Omicron melonjak dan membuat banyak anak harus dibawa ke rumah sakit.
Pfizer menginginkan balita berumur 6 bulan ke atas bisa mendapatkan suntikan dengan dosis sepersepuluh dari dosis vaksin orang dewasa.
Baca: Pil Covid-19 Buatan Pfizer Mulai Digunakan di Inggris Bulan Depan
Perusahaan itu sudah memberikan data tentang uji coba vaksin kepada FDA dan berharap prosesnya selesai dalam beberapa hari ke depan.
Namun, masih ada pertanyaan mengenai jumlah suntikan yang akan diberikan kepada anak.
Berdasarkan uji coba awal, dua suntikan dosis sangat rendah cukup efektif bagi balita, tetapi tidak bagi anak prasekolah.
Pfizer kini tengah menguji suntikan ketiga dan hasil uji coba diperkirakan bisa didapatkan pada akhir Maret mendatang.
Dengan demikian, FDA saat ini sudah bisa mempertimbangkan pemberian izin dua kali penyuntikan.
Suntikan yang ketiga baru akan dilakukan jika hasil penelitian mendukungnya.
Baca: Pfizer Mulai Menguji Vaksin yang Dikhususkan untuk Melawan Varian Omicron
CEO Pfizer Alberta Bourla mengatakan para peneliti pada perusahaannya percaya bahwa anak rentang usia ini bakal membutuhkan tiga suntikan dengan dosis sangat rendah.
FDA dilaporkan bakal menggelar rapat dengan para peneliti dan dokter independen pada pertengahan Februari mendatang untuk meninjau data dari Pfizer.
Sebelumnya, Pfizer juga sudah diminta oleh FDA untuk mengirimkan data uji coba karena sudah ada banyak anak di bawah lima tahun yang terinfeksi corona.
"Mengingat data baru ini dan meningkatnya jumlah pasien dan angka rawat inap pada kelompok umur termuda ini, FDA percaya bahwa meminta Pfizer menyerahkan data yang sudah tersedia adalah hal bijaksana," kata juru bicara FDA Stephanie Caccoma dan pernyataannya.
Baca: CDC: Vaksin Pfizer Kebanyakan Hanya Sebabkan Efek Samping Ringan pada Anak
Baca: Vaksin Dosis Keempat Dilaporkan Belum Bisa Cegah Infeksi Omicron
Keputusan akhir FDA tentang pemberian izin akan keluar pada bulan ini.
Namun, sebelum bisa disuntikkan, vaksin Pfizer juga harus mendapat persetujuan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Baca berita lainnya tentang vaksin Covid-19 di sini