Kemenkes Sebut Indonesia Belum Masuki Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19 dan Masih Terus Dipantau

Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi M Epid

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan hingga saat ini pihaknya masih terus memantau kondisi kenaikan kasus Covid-19 di tanah air.

Dilansir oleh Kompas.com, Nadia pun belum dapat memastikan apakah saat ini Indonesia telah memasuki gelombang ketiga pandemi Covid-19 atau belum.

"Jadi untuk penetapan gelombang ketiga kita masih terus pantau. Karena baru 10 hari terjadi peningkatan kasus," beber Nadia, seperti dilansir oleh Kompas.com, Selasa (1/2/2022).

Tetapi, menurutnya potensi gelombang ketiga bisa saja terjadi melihat tren peningkatan kasus Covid-19 hingga saat ini.

Lebih jauh, ia mengatakan kasus Covid-19 berpotensi terus mengalami kenaikan hingga mencapai puncaknya.

Nadia menyebut jika merujuk penjelasan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, puncak kasus Covid-19 memiliki potensi tiga kali lebih besar dibandingkan puncak kasus harian varian Delta sebelumnya.

Ilustrasi virus corona (The Scotsman)

Baca: Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemerintah Didesak Segera Naikkan Level PPKM

Baca: Omicron Terus Merebak, PGRI Desak Pemerintah Lakukan PTM 50 Persen

Sehingga jika puncak kasus harian varian Delta tahun lalu mencapai 56.000 maka potensi varian Omicron bisa saja naik menjadi tiga hingga empat kali lipat.

"Itu kemungkinannya ya. Bisa sampai tiga hingga empat kali kalau kita tidak disiplin protokol kesehatan, testing dan tracing masif, termasuk percepatan vaksiansi," papar Nadia.

"Namun, kita masih ada waktu untuk menurunkannya. Saat ini kita sudah tahu lebih banyak tentang varian Omicron," imbuhnya.

Nadia mengatakan saat ini yang harus diwaspadai ialah penularan dari transmisi lokal.

"Kalau dari pelaku perjalanan luar negeri itu risikonya kecil kan. Kita lihat kasus total saja dari PPLN itu hanya 1.000-an," ujar Nadia.

Di sisi lain, per 1 Februari 2022, pemerintah melaporkan penambahan 16.021 kasus baru Covid-19.

Sehingga, hingga saat ini ada 4.369.391 total kasus Covid-19 di Indonesia.

Data tersebut terhitung sejak tanggal 2 Maret 2020.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal Covid-19 di sini



Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer