Pasalnya, varian omicron tak hanya rawan bagi para lansia dengan penyakit komorbid, namun juga bagi anak-anak.
"Omicron rawan bukan hanya untuk lansia, tapi juga anak-anak, khususnya yang di bawah 5 tahun. Ini serius. Makanya saya selalu bicara untuk berhentikan PTM karena kita harus meminimalisir kasus," ujar Dicky kepada Kompas.com.
Dicky meminta semua pihak terkait segera menempuh langkah taktis agar mengurangi penambahan kasus.
Salah satunya dengan menghentikan PTM 100 persen sementara.
Dicky mengatakan, pilihan terbaik bagi siswa, guru, dan orang tua saat ini adalah kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Jadi yang harus dilakukan saat ini adalah meminimalisir kasus secepatnya bagaimanapun caranya, harus dilakukan," lanjut Dicky.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza menjelaskan, Pemprov DKI akan melakukan rapat untuk membahas kebijakan terkait pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.
Dirinya mengatakan, rapat akan dibarengi dengan evaluasi sejauh mana PTM bisa berlangsung di tengah lonjakan kasus Covid-19.
"PTM kita masih evaluasi hari ini kami, pak gubernur dan kami jajaran akan rapat. Nanti akan kami informasikan ya," ucap dia saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/2/2022).
Baca: Covid-19 Varian Omicron
Baca: Jokowi Minta PTM di DKI Dihentikan, Anies Baswedan : Terus Berjalan dan Kami Pantau
Riza mengungkapkan, DKI Jakarta akan terus melakukan monitoring agar pembelajaran tatap muka bisa berjalan dengan baik.
Demikian pula dengan evaluasi yang sudah berjalan, agar pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang ada.
"Terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat, satgas pusat dan jajaran," tutur Riza.
SIMAK ARTIKEL SEPUTAR PTM DI SINI