Vaksin khusus ini akan dibandingkan kemanjurannya dengan vaksin Pfizer yang tersedia saat ini.
Perusahaan-perusahaan vaksin saat ini memang tengah memperbarui vaksin mereka agar lebih baik dalam melawan varian baru.
Omicron yang terdeteksi pertama kali di Afrika disebut lebih mudah menginfeksi orang yang telah divaksin.
Namun, vaksin yang tersedia saat ini dilaporkan masih bisa melindungi orang-orang dari infeksi parah dan kematian.
Penelitian di AS dan di tempat lainnya menunjukkan bahwa dosis tambahan atau booster bisa menguatkan perlindungan.
Uji coba ini dilakukan di AS dan akan melibatkan 1.420 relawan berumur 18 hingga 55 tahun.
Baca: WHO: Jangan Anggap Omicron Jadi Varian Terakhir Covid-19, Ini Belum End Game
Baca: Omicron Masih Menyebar, Pernikahan PM Selandia Baru Jacinda Ardern Terpaksa Ditunda
Mereka akan mendapat vaksin khusus tersebut sebagai booster.
Dalam uji coba ini, para peneliti akan memeriksa keamanan vaksin khusus ini dan antibodi yang dimunculkan.
Hasil lengkap penelitian itu baru didapatkan berbulan-bulan setelah relawan itu mendapat vaksin.
Peneliti akan mencari tahu berapa lama antibodi tetap bertahan pada pada level tinggi, dan akan dibandingkan dengan vaksin sebelumnya.
CEO Pfizer mengatakan sejumlah dosis vaksin khusus Omicron sudah bisa didapatkan pada bulan Maret mendatang.
Namun, dosis itu belum bisa diluncurkan dan dipakai secara luas karena masih harus diuji coba.
Sementara itu, hasil studi di Israel menunjukkan vaksin dosis keempat belum mampu mencegah Covid-19 yang disebabkan oleh Omicron.
Vaksin dosis keempat ini digunakan sebagai vaksin booster yang kedua kalinya.
Baca: Vaksin Dosis Keempat Dilaporkan Belum Bisa Cegah Infeksi Omicron
Baca: Pertama Kali di Indonesia, 2 Pasien Omicron Meninggal Dunia
Pusat Kesehatan Sheba di Israel telah memberikan vaksin dosis keempat kepada sejumlah stafnya untuk mempelajari efektivitasnya.
Melansir pemberitaan Reuters, (18/1/2022), ada dua jenis vaksin yang digunakan, yakni Pfizer dan Moderna.
Dalam studi itu, vaksin Pfizer diberikan kepada 154 orang setelah dua pekan. Sementara itu, vaksin Moddern diberikan kepada 120 setelah satu pekan.
Hasilnya dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak mendapat suntikan keempat.
Vaksin dosis keempat berhasil meningkatkan level antibodi dalam tubuh.
"Bahkan sedikit lebih tinggi daripada yang kita dapat setelah dosis ketiga," kata Direktur Unit Penyakit Menular, Gili Regev-Yochay dikutip dari Reuters.
"Namun, ini mungkin belum cukup untuk menangkal Omicron," kata dia kepada wartawan.
"Kami kini tahu bahwa level antibodi yang dibutuhkan agar bisa melindungi dan [agar seseorang] tidak terinfeksi oleh Omicron kemungkinan terlalu tinggi bagi vaksin ini, bahkan meski vaksin ini adalah vaksin bagus."
Ini adalah studi awal dan hasilnya belum diterbitkan.
Baca: Kriteria Pasien Omicron yang Wajib Dirawat di RS dan Diizinkan Isolasi di Rumah
Baca berita lainnya tentang Omicron di sini