Dalam peristiwa mencekam itu, sebanyak 17 orang tewas akibat terjebak di dalam tempat karaoke bernama Double O di Kota Sorong.
Sementara satu orang lainnya tewas dibacok karena terlibat bentrokan tersebut.
Adapun korban tewas terbakar ditemukan di lantai dua tempat karaoke Double O yang dibakar massa.
Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan bahwa kronologis awal bentrokan itu terjadi adalah karena dipicu oleh kesalahpahaman antara pengunjung dan pihak keamanan di tempat hiburan malam tersebut pada Minggu (23/1/2022).
Baca: Bentrokan di Sorong Sebabkan 19 Orang Meninggal, 18 di Antaranya Tewas di Ruang Karaoke yang Dibakar
Baca: Kota Sorong
Ary berujar pihaknya sudah berupaya untuk menyelesaikan konflik kesalahpahaman tersebut.
Akan tetapi, kata Ary, konflik itu rupanya belum juga selesai dan memicu terjadinya bentrokan maut.
"Kejadian (bentrok) sekitar pukul 11.30 WIT (23.30), buntut dari kejadian pada Minggu pagi yang berawal dari sebuah tempat hiburan malam akibat salah paham antara pengunjung dan pihak keamanan di tempat karaoke hingga berlanjut keluar," kata Ary, Selasa (25/1/2022), seperti dikutip dari Kompas.com.
"Kita sudah kumpulkan beberapa kepala suku untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak ada gerakan tambahan yang akan memicu nanti. Karena saya lihat intensitas mulai tinggi, patroli kita lakukan. Namun tiba-tiba bentrokan kedua kubu terjadi," ujar Ary.
Dua kelompok yang terlibat bentrok ini juga merusak sebuah sekretariat dan pangkalan ojek.
Selain itu, massa juga merusak dua mobil dan membakar tempat hiburan malam yang terletak di Kilometer 10 Kota Sorong itu.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini