Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sutan Takdir Alisjahbana adalah sastrawan, budayawan, dan ahli tata bahasa Indonesia asal Sumatra Utara.
Ia merupakan orang pertama yang menulis tata bahasa baru bahasa Indonesia.
Buku itu ia terbitkan pada tahun 1936 dan masih digunakan hingga sekarang.
Ia memiliki keinginan agar bahasa Melayu menjadi bahasa pengantar di Asia Tenggara.
Baca: Hans Bague Jassin
Pendidikan & Karier
Ia lahir pada 11 Februari 1908 di Sumatra Utara.
Ayahnya bernama Raden Alisjahbana, sementara ibunya bernama Puti Samiah.
Puti Samiah adalah keturunan Rajo Putih, salah satu raja Kesultanan Indrapura di Minangkabau.
Baca: Mahbub Djunaidi
Dari ibunya tersebut, ia memiliki hubungan darah dengan Sutan Sjahrir.
Ia mengawali pendidikan di HIS Bengkulu.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Kweekschool Bukittinggi.
Pada tahun 1928, ia bertolak ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan di Hogere Kweekschool Bandung.
Pada tahun 1930 ia pindah ke Jakarta.
Sutan Takdir kemudian bekerja sebagai redaktur kepala di Penerbit Balai Pustaka.
Ia juga sempat menajdi pimpinan majalah Pandji Poestaka.
Pada tahun 1937, ia melanjutkan pendidikan di Rechtshogeschool, sebuah sekolah tinggi hukum di Jakarta.
Pada tahun 1942, setelah mendapatkan gelar sarjana, ia menjadi penulis ahli dan anggota Komisi Bahasa Indonesia di Jakarta.
Pada tahun 1945, ia menjadi Ketua Komisi Bahasa Indonesia hingga tahun 1950.
Pada tahun 1946, ia menjadi dosen mata kuliah bahasa Indonesia di Universitas Indonesia.
Penghargaan
-Satyalencana Kebudayaan dari Pemerintah RI (1970)
-Honorary Member of The Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) dari Belanda (1976)
-Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Universitas Indonesia (1979)
-The Order of the Sacred Treasure, Gold and Silver Star dari Kekaisaran Jepang (1987)
Baca: Andrea Hirata
-Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Universitas Sains Malaysia (1987)
-Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari School For Oriental And African Studies, London (1990) (1)