Truss mengatakan invasi ke Ukraina hanya akan memunculkan "situasi mengerikan dan hilangnya nyawa", sama seperti Perang Soviet-Afganistan dan konflik di Ceko pada masa silam.
Oleh karena itu, dia mendesak Putin untuk "berhenti dan mundur dari Ukraina sebelum dia membuat kesalahan besar".
Tak hanya itu, Truss juga mengatakan Rusia tidak pernah belajar dari sejarah.
Dia memandang konflik yang terjadi di Ukraina saat ini adalah bagian dari perselisihan yang lebih besar antara negara-negara liberal dan negara-negara autokrasi, termasuk Rusia dan Cina.
"Bersama dengan sekutu kita, kita kana terus berada di pihak Ukraina dan mendesak Rusia untuk menurunkan ketegangan dan terlibat dalam pembicaraan penting. Apa yang terjadi di Eropa Timur berdampak kepada dunia," kata Truss dikutip dari The Guardian, (21/1/2022).
Pernyataan ini diucapkannya beberapa jam sebelum Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken bertemu di Swiss untuk membicarakan ketegangan yang meningkat karena masalah Ukraina.
Baca: AS Tuding Rusia Berkonspirasi untuk Mengambil Alih Pemerintahan Ukraina
Baca: Joe Biden dan Vladimir Putin Berbincang Hampir 1 Jam, Apa yang Dibicarakan?
Sementara itu, AS menuduh agen Rusia sedang merekrut para pejabat Ukraina guna mengambil alih pemerintahan Ukraina.
Para pejabat itu, baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak menjabat, juga disebut bekerja sama dengan pasukan pendudukan Rusia.
Kementerian Keuangan AS pada hari Kamis, (20/1/2022), juga telah menjatuhkan sanksi kepada dua anggota parlemen Ukraina dan dua mantan pejabat karena dituduh terlibat dalam dugaan konspirasi.
"Rusia telah memerintahkan agen intelijennya untuk merekrut pejabat dan mantan pejabat Ukraina untuk menyiapkan aksi pengambilalihan pemerintahan Ukraina dan mengontrol infrastruktur penting di Ukraina menggunakan pasukan pendudukan Rusia," demikian pernyataan dari Kementerian Keuangan AS, dikutip dari The Guardian, Jumat, (21/1/2022).
Pernyataan ini menunjukkan bahwa agen intelijen AS khawatir bahwa Rusia tengah menyiapkan invasi berskala besar.
Baca: Rusia Kirim Pasukan untuk Bantu Padamkan Kerusuhan Besar di Kazakhstan
Rusia dilaporkan telah pasukan dan kendaraan militernya ke tempat yang hanya berjarak 10 mil dari perbatasan Ukraina.
Dengan demikian, Rusia bisa saja melancarkan invasi dengan cepat.
Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden juga memberikan peringatan kepada Rusia.
"Jika ada pasukan Rusia yang bergerak melewati perbatasan Ukraina, itu adalah invasi," kata Biden.
"Tidak ada keraguan, apabila Putin memilih keputusan ini, Rusia akan membayar mahal."
Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini