Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Suku Osing adalah suku yang tinggal di Banyuwangi, Jawa Timur.
Suku Osing memiliki pakaian, tradisi, dan bahasa sendiri yang berbeda dengan tradisi Jawa.
Baca: Hutan Pinus Songgon Banyuwangi
Mereka adalah penduduk asli Banyuwangi, keturunan Kerajaan Blambangan.
Sejarah
Kerajaan Blambangan merupakan kerajaan yang paling lama bertahan terhadap serangan Kerajaan Mataram dan VOC. (1)
Kerajaan tersebut merupakan kerajaan Hindu terakhir di Pulau Jawa.
Kerajaan Blambangan adalah penyangga antara Kesultanan Islam yang muncul pada abad ke-16 M dan wilayah-wilayah di Bali yang beragama Hindu.
Kerajaan Blambangan menjadi benteng dari gempuran kerajaan Islam dari Jawa.
Hasilnya, kerajaan Islam tak dapat menyentuh Bali.
Blambangan dikuasai oleh raja-raja Buleleng dan Mengwi.
Baca: Benteng Kerajaan Buton
Dari perkawinan antara Kerajaan Blambangan dan Kerajaan Mengwi, lahirnya Suku Osing.
Gusti Agong, Raja Mengwi menawarkan Putri Bali kepada Danureja, Pangeran Blambangan.
Pada saat yang sama, Gusti Agong menikahi putri Danureja.
Perkawinan antar kerajaan tersebut diikuti oleh rakyat Banyuwangi dan Bali.
Adat & Tradisi
Suku Osing berbicara dengan Bahasa Osing.
Bahasa tersebut merupakan Bahasa Jawa Kuno yang mendapatkan pengaruh dari Bahasa Bali.
Kepercayaan mereka sama dengan kepercayaan leluhur.
Sebagian beragama Islam, dan sebagian Hindu.
Ada pula yang menganut aliran kepercayaan Saptadharma. (2)
Suku Osing memiliki tradisi Mepe Kasur (menjemur kasur). Tradisi Mepe Kasur dilakukan setiap bulan Dzulhijjah.
Tradisi tersebut diyakini dapat menjaga keturunan dan semangat bekerja.
Suku Osing juga memiliki tradisi Perayaan Tumpeng Sewu.
Sama halnya dengan Mepe Kasur, tradisi tersebut juga dilaksanakan di Bulan Dzulhijjah.
Perayaan Tumpeng Sewu adalah tradisi tolak bala.
Baca: Desa Adat Ratenggaro
Saat itu, Masyarakat Osing akan makan-makan dengan makanan khusus.
Selain itu, Suku Osing juga memiliki tradisi Barong Ider Bumi dan Angklung Paglak.
Barong Ider adalah kelompok barongan yang memutari desa.
Sementara Angklung Paglak adalah alat musik mirip angklung.
Angklung Paglak dimainkan setelah panen. (3)