Angka itu setara dengan 500 kali kekuatan bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang, pada penghujung Perang Dunia II.
Dikutip dari NPR, (20/1/2022), suara letusan terdengar hingga sejauh Alaska di pantai barat AS.
Bahkan, seorang ahli geofisika bernama Michael Polan menyebut suara itu sebagai salah satu suara terkeras dalam seratus tahun terakhir.
"Ini mungkin suara letusan terkeras sejak Krakatatu meletus pada tahun 1883," kata Poland dikutip dari NPR.
Namun, ilmuwan NASA James Garvin mengatakan hal yang terburuk mungkin telah berakhir.
Garvin meyakini tidak akan ada letusan dahsyat seperti ini dalam waktu dekat.
Baca: Penduduk Tonga Sempat Tuli akibat Suara Keras Letusan Gunung Hunga Tonga-Hunga Haapai
Suara keras letusan Gunung Hunga Tonga-Hunga Ha'apai dilaporkan sempat membuat penduduk Tonga menjadi tuli.
Ketika bencana itu terjadi penduduk hanya bisa melambaikan tangan kepada orang-orang terdekat agar bersama-sama menyelamatkan diri.
"Saat letusan pertama ... telinga kami berdenging dan kami bahkan tidak bisa mendengar satu sama lain, jadi yang kami lakukan adalah menunjuk anggota keluarga kami agar bangun, dan bersiap menyelamatkan diri," kata seorang wartawan setempat, Marian Kupu, yang menjadi salah satu saksi peristiwa itu, dikutip dari Reuters, (20/1/2022).
"Kami mengungsi dan saat itu kami, semua keluarga kami, baru saja berlari menjauhi area Kolovai, karena Kolovai tepat berada di sisi pantai," kata dia menjelaskan.
Baca: Kepulauan Tonga Dilaporkan Alami Kerusakan Parah akibat Tsunami
Letusan besar itu memicu gelombang tsunami berketinggian sekitar 15 meter.
Gelombang kemudian menyapu pantai Tonga dan membuat desa-desa rusak parah.
Setidaknya ada tiga orang yang dilaporkan tewas akibat bencana besar itu.
Tsunami dilaporkan merusak komunikasi antara Tonga dan dunia luar. Bahkan, hingga saat ini hanya sebagian saja yang sudah pulih.
Letusan juga dilaporkan membuat Tonga diliputi dengan debu vulkanik yang mencemari pasokan air minum.
"Debu ada atap rumah, pohon, dan di semua tempat," kata Marian Kupu, seorang wartawan setempat, dikutip dari Reuters.
Baca: Gunung Hunga Tonga–Hunga Haapai
Baca: Gunung Berapi di Tonga Meletus Dahsyat, Picu Tsunami yang Dilaporkan Mencapai Pantai Barat AS
Kupu mengatakan penduduk Tonga bisa bertahan beberapa minggu ke depan dengan pasokan makanan yang saat ini tersedia.
Kendati demikian, dia mengatakan kondisi air minum di sana memprihatinkan.
Sementara itu, aliran listrik dan penerangan belum sepenuhnya pulih.
Baca berita lainnya tentang Tonga di sini