Thomas Malthus

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Thomas Malthus


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Thomas Malthus merupakan seorang ekonom, ahli demografi, dan pendeta Anglikan.

Ia dikenal dengan teori pertumbuhan populasi.

Malthus menyebut bahwa pertumbuhan populasi akan selalu cenderung melebihi pasokan makanan.

Baca: Nicolaus Copernicus

Thomas Robert Malthus

  • Kehidupan Pribadi


Malthus lahir di Surrey, Inggris, pada 13 Februari 1766.

Ia menempuh pendidikan di Jesus College of Cambridge University.

Setelah lulus, ia menjadi pendeta Anglikan.

Baca: Isaac Newton

Pada tahun 1791, ia berhasil meraih gelar doktor.

Dua tahun kemudian, ia melanjutkan studi doktoral di kampus yang sama.

  • Pengaruh


Pada tahun 1798, Malthus menerbitkan tulisan berjudul An Essay on the Principle of Population as it Affectsthe Future Improvement of Society.

Tulisan tersebut berisi tentaang pertumbuhan populasi yang cederung melampaui pertumbuhan persediaan makanan.

Baca: Stephen Hawking

Malthus menyebut bahwa hal tersebut tidak dapat dicegah oleh kemajuan teknologi.

Namun, ia memberikan cara yang efisien untuk mengendalikan populasi manusia.

Ia menawarkan batasan moral, yaitu kombinasi antara pernikahan yang lambat dan pembatasan hubungan seks dalam kehidupan rumah tangga.

Ide tersebut menjadi dasar pengendalian kelahiran yang belakangan digunakan oleh pemerintah di berbagai negara.

Di Indonesia, ide tersebut dikenal dengan Keluarga Berencana.

Penggunaan alat kontrasepsi juga terinspirasi dari saran Malthus.

Orang yang menyarankan penggunaan alat kontrasepsi adalah Francis Place.

Francis Place menemukan ide kontrasepsi setelah membaca buku Thomas Malthus.

Place kemudian menulis buku tentang kontrasepsi pada 1822. (1)

(Tribunnewswiki.com/Yusuf)



Dikenal sebagai Ekonom, ahli demografi, dan pendeta Anglikan


Lahir Surrey, Inggris, 13 Februari 1766


Meninggal Bath, Inggris, 23 Desember 1834


Sumber :


1. m.kumparan.com


Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer