Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ayatollah Ali al-Sistani adalah ulama syiah Irak.
Ia merupakan motor penggerak dunia syiah.
Jutaan kaum syiah di seluruh dunia menganggapnya sebagai pembimbing spiritual.
Ia mulai memiliki pengaruh yang kuat usai diusirnya Saddam Hussein pada tahun 2003.
Baca: Ayatollah Ali Khamenei
Pendidikan
Ia lahir di Mashhad, Iran pada tahun 1930.
Ia belajar Alquran sejak berusia lima tahun. (1)
Pada tahun 1951, ia pindah ke Irak setelah sebelumnya mendalami agama di Qum.
Baca: Ruhollah Khomeini
Karir
Di Irak, ia menjadi teolog yang sangat dihormati.
Ia mengepalai Hawza, semacam seminari bagi kaum syiah.
Ia juga dipercaya sebagai Ayatollah Agung, pejabat syiah paling senior di Irak.
Sejak saat itu, ia menjadi salah satu tokoh politik dan agama yang sangat berpengaruh.
Pada tahun 2005, ia dianugerahi Nobel Perdamaian.
Anugerah yang sama kembali ia dapatkan pada tahun 2014.
Di tahun 2014, ia mengeluarkan fatwa untuk mempertahankan diri dari ISIS.
Ia juga mendorong agar Irak bisa mandiri dan tidak bergantung kepada Iran.
Meskipun dikenal sebagai ulama, ia bersama politisi Irak memerangi korupsi.
Ia menyerukan penyelidikan atas peristiwa berdarah ketika demonstrasi tahun 2019. (2)
Pada Maret 2021, Paus Fransiskus menemui Ali al-Sistani di kediamannya.
Kedua tokoh agama itu bertemu dengan khidmat di ruangan yang sederhana. (3)