Dikutip Tribunnewswiki.com dari NY Post pada Rabu (5/1/2022), karena lonjakan Covid-19 varian Omicron, asosiasi akan mengubah upacara tatap muka mereka.
Penyelanggara penghargaan ini, Hollywood Foreign Press Association (HFPA) memberikan pernyataan bahwa acara akan jauh lebih sederhana karena merebaknya Omicron di Amerika Serikat.
Sekarang, baik pers maupun selebritas tidak diundang ke upacara penghargaan tahunan ke-79 ini dan berlangsung tanpa penonton.
Pengumuman ini datang hanya beberapa hari sebelum tanggal pertunjukan yang dijadwalkan pada 9 Januari 2022 mendatang.
Baca: Lee Jung Jae Dikonfirmasi Tidak Akan Datang ke Golden Globes Karena Masalah Boikot dan Covid-19
Baca: Sempat Jadi Kontroversi Saat Golden Globe Awards, Minari Buktikan Lewat 6 Nominasi Oscar 2021
Diketahui, Golden Globe 2022 ini akan kembali diadakan di tempat biasanya, Beverly Hilton Hotel, Beverly Hills.
Hanya anggota dan penerima hibah tertentu yang akan diizinkan untuk menghadiri Golden Globe 2022, dan ada sejumlah batasan tambahan akan diminta seperti bukti vaksinasi, sudah melakukan vaksin booster, dan membawa hasil negatif tes PCR yang diambil dalam waktu 48 jam sebelum acara.
Serta nantinya juga tidak ada sesi red carpet, semua tamu harus menggunakan masker dan menjaga jarak setiap saat ketika berada di dalam ballroom.
Pernyataan resmi dari HFPA ini juga tidak menyebutkan Golden Globe 2022 akan ditayangkan di mana, karena tidak menyebutkan perihal streaming langsung atau acara virtual lainnya.
Tak hanya itu, Golden Globe 2022 juga akan berlangsung tanpa presenter.
Biasa ditayangkan di stasiun televisi NBC, namun kini mereka menarik dukungannya setelah kontroversi soal penyelenggara Golden Globe terkait anggotanya.
Muncul kabar, bahwa ketiadaan tamu undangan selain anggota HFPA ini terkait dengan masalah tersebut.
Menurut Variety, tidak ada selebritas yang mau datang ke ajang penghargaan ini karena tidak mau terlibat dengan kontroversi yang sedang terjadi.
NBC membatalkan siarannya setelah HFPA dikecam karena tuduhan terkait korupsi dan karena tidak adanya keragaman dalam anggotanya.
Akibatnya, Hollywood menyerukan boikot secara luas terhadap Golden Globe.
Studio seperti Netflix, Amazon, dan Warner Media telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam Golden Globe atau bekerja dengan HFPA sampai reformasi diberlakukan.
Tuduhan rasisme di Golden Globe juga diangkat ketika film Minari yang ditempatkan dan memenangkan kategori Best Foreign Language Film tahun lalu.
HFPA dianggap sengaja menempatkan film Minari di kategori tersebut alih-alih membiarkan film ini bersaing di kategori Best Picture, padahal diketahui Minari adalah produksi Amerika Serikat dengan sutradara Amerika yang difilmkan di Amerika Serikat, dengan sebagian besar pemeran Amerika.
Tetapi peraturan klasifikasi HPFA menentukan bahwa film apa pun yang lebih dari 50 persen dalam bahasa selain bahasa Inggris, maka tidak memenuhi syarat untuk masuk ke dalam perlombaan gambar terbaik.
Minari adalah satu-satunya film Amerika yang bersaing untuk kategori bahasa asing Globes tahun ini, dinominasikan bersama dengan 'Another Round' (Denmark), 'La Llorona' (Guatemala), 'The Life Ahead' (Italia) dan 'Two of Us' (Prancis).
Saat itu Golden Globe mengatakan bahwa film itu telah dinominasikan dalam kategori tersebut karena lebih dari separuh film tersebut tidak berbahasa Inggris.
Sebagai tanggapannya, HFPA mengungkapkan bahwa pihaknya telah sepenuhnya merombak peraturannya, menerapkan perubahan besar-besaran dari atas ke bawah.
Menangani etika dan kode etik, keragaman, kesetaraan dan inklusi, tata kelola, keanggotaan, dan banyak lagi.
Baca: Menang Penghargaan Golden Globe 2021, Rosamund Pike Kubur Pialanya di Taman Belakang Rumah
Baca: Chadwick Boseman Menangkan Kategori Aktor Film Terbaik Golden Globes Award 2021
Pada bulan Oktober, HFPA menambah 21 jurnalis baru, yang semuanya adalah pemilih pemula Golden Globe.
Selama program akhir pekan ini, Vice President National Associaton for the Advancement of Colored People (NAACP) Hollywood Bureau, Kyle Bowser akan membahas insiatif keragaman lima tahun yang disebut 'Reimagine Coalition'.
Proyek ini merupakan upaya kolaboratif HFPA dan NAACP untuk mendanai dan mendukung proyek seniman dari latar belakang ras dan etnis yang beragam.
(Tribunnewswiki.com/Natalia Bulan R P)
Baca artikel lainnya terkait Hollywood selengkapnya di sini