Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Abdul Fattah as-Sisi adalah Presiden Mesir.
Ia menjabat sejak tahun 2014 setelah menggulingkan Pemerintahan Presiden Muhammad Mursi melalui kudeta.
Baca: Mesir (Egypt)
Kehidupan Pribadi
As-Sisi lahir di Kairo, 19 November 1954.
Ia besar di Kota Gamaleya, jantung Kota Islam kuno Kairo.
Baca: Napoleon Bonaparte
Keluarganya bekerja sebagai pembuat perabotan rumah tangga bergaya Arab.
Keluarga As-Sisi termasuk salah satu pengrajin bergaya Arab terbaik di Mesir.
Hal tersebut menjadikan keluarganya sebagai salah satu keluarga terkaya di daerahnya.
Sejak muda, As-Sisi membantu keluarganya menjaga toko.
Meskipun kaya, mereka dikenal sangat rendah hati oleh masyarakat sekitar.
Karir
As-Sisi menempu pendidikan di Akademi Militer Mesir.
Ia lulus dari akademi pada tahun 1977.
Setelah lulus, ia bertugas sebagai atase militer di Arab Saudi.
Karirnya di militer relatif mulus.
Tak lama kemudian, ia diangkat menjadi Kepala Intelijen Militer.
Pada tahun 2011, ia diangkat sebagai anggota Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata.
Dewan tersebut kemudian mengambil alih pemerintahan Mesir.
As-Sisi dikenal sebagai orang yang terkendali.
Namun, ia melakukan kudeta karena besarnya gelobang kemarahan rakyat kepada Presiden Morsi.
Militer melakukan pemberontakan besar yang memaksa Presiden Husni Mubarak turun tahta.
Pada 1 Juli 2013, As-sisi memberi ultimatum kepada Morsi untuk menyelesaikan krisis dalam waktu 48 jam.
Jika tidak, maka militer akan mengintervensi pemerintahan.
Morsi mengajukan negosiasi, namun menolak tawaran militer.
Pada 3 Juli, militer memecat Morsi dan menahannya.
Saat itu, Jenderal as-Sisi muncul di televisi dan mengumumkan pencopotan Presiden Morsi.
Adly Mansour kemudian naik menjadi presiden.
Baca: Anwar Sadat
Namun, banyak yang menganggap bahwa Adly Mansour hanya boneka, dan pemerintahan dikendalikan oleh As-Sisi.
Sejak saat itu, As-Sisi melakukan pemberangusan terhadap para pembangkang yang tidak setuju dengan langkahnya.
Lebih dari seribu masyarakat Mesir tewas dalam bentrokan dengan militer ketika berunjuk rasa.
Selain itu, ada 60 ribu orang yang dilaporkan ditangkap dan diaganjar dengan hukuman mati. (1)