Kenaikan tersebut tseiring dengan naiknya tarif cukai rokok yang berlaku di hari yang sama.
Seperti diketahui, pemerintah menetapkan untuk menaikkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) rata-rata 12 persen.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, kenaikan tarif cukai rokok untuk menekan prevalensi perokok usia anak dan remaja berusia 10-18 tahun menjadi 8,83 persen dari target 8,7 persen berdasarkan RPJMN tahun 2024.
Dengan kenaikan tersebut, produksi rokok bakal menurun sekitar 3 persen di tahun 2022, dari 320,1 miliar batang menjadi 310,4 miliar batang.
Berikut besaran kenaikan tarif cukai dan harga rokok serta rokok elektrik tahun 2022, dikutip dari Kompas.com :
1. Sigaret Kretek Mesin golongan I (tarif cukai 985, naik 13,9 persen).
HJE per batang: Rp 1.905
HJE per bungkus: Rp 38.100
2. Sigaret Kretek Mesin golongan IIA (tarif cukai 600, naik 12,1 persen)
HJE per batang: Rp 1.140
HJE per bungkus: Rp 22.800
3. Sigaret Kretek Mesin golongan IIB 14,3 persen (tarif cukai 600, naik 14,3 persen)
HJE per batang: Rp 1.140
HJE per bungkus: Rp 22.800
1. Sigaret Putih Mesin golongan I (tarif cukai 1.065, naik 13,9 persen)
HJE per batang: Rp 2.005
HJE per bungkus: Rp 40.100
2. Sigaret Putih Mesin golongan IIA (tarif cukai 635, naik 12,4 persen)
HJE per batang: Rp 1.135
HJE per bungkus: Rp 22.700
3. Sigaret Putih Mesin golongan IIB (tarif cukai 635, naik 14,4 persen)