Pidato Natal 2021, Joe Biden Puji Ketangguhan Rakyat AS dalam Hadapi Pandemi

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Ibu Negara Jill Biden mengikuti acara virtual untuk bertemu dengan anggota enam unit cabang militer AS yang bertugas di seluruh dunia, 25 Desember 2021. Biden berterima kasih atas pengabdian mereka dan mengucapkan selamat Natal kepada mereka.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akhirnya memberikan pidato Natal pertamanya.

Dalam pidato itu, Biden memuji ketangguhan rakyat AS dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang mengamuk di seluruh dunia.

"Keberanian, akhlak, ketangguhan, dan tekad yang amat besar dalam diri kalian semua yang memulihkan, menghibur, mengajar, dan melindungi dan mengabdi dengan cara yang besar dan kecil," kata Biden dikutip dari Al Jazeera, (26/12/2021).

"Kalian menunjukkan ada banyak apresiasi dan rasa syukur terhadap karunia akan waktu dan tindakan baik yang kita lakukan karena kita menjaga satu sama lain," kata Biden dalam pernyataan, bersama Ibu Negara Jill Biden.

AS kini tengah menghadapi amukan virus corona varian Omicron yang menyebar sangat cepat.

Jumlah kasus varian Omicron di negara itu bahkan dilaporkan telah melampaui varian Delta.

Baca: Pertama Kalinya Rayakan Natal tanpa Suami, Ratu Elizabeth: Ada Tawa yang Hilang

Presiden AS Joe Biden berbicara tentang situasi di Afghanistan di Ruang Timur Gedung Putih pada 26 Agustus 2021 di Washington, DC. (Drew Angerer/Getty Images via AFP)

Dikutip dari The New York Times, pada hari Jumat (24/12/2021), ada 197.000 kasus konfirmasi Covid-19 di AS.

Jumlah kasus saat ini lebih banyak 65 persen daripada kasus harian dua pekan lalu.

Sementara itu, pada hari yang sama ada laporan 1,345 kasus kematian akibat Covid-19.

Kendati demikian, jumlah rawat inap tetap relatif lebih rendah daripada puncak gelombang pada awal tahun ini.

Namun, dikutip dari CNN, situasi bisa makin memburuk karena ada puluhan juta warga AS yang belum divaksin.

Mereka memiliki risiko kematian dan komplikasi yang tinggi jika terkena Covid-19.

Baca: Risiko Rawat Inap akibat Omicron Disebut Lebih Rendah 40 Persen daripada Delta

Pejabat kesehatan dan pemerintah telah memperingatkan bahwa varian baru itu bisa membuat tenaga medis kewalahan dan fasilitas kesehatan tumbang.

"Ada beberapa wilayah yang rawat inapnya mengalami kenaikan," kata Dr. William Schaffner, seorang guru besar di Pusat Kesehatan Universitas Vanderblit kepada CNN, Jumat, (24/12/2021).

Pada malam Natal tahun ini ada sebanyak 69.00 warga AS yang menjalani rawat inap akibat Covid-19.

Angka ini meningkat sekitar 2 persen dari pekan lalu.

Namun, ini tetap di bawah puncak jumlah rawat inap ketika varian Delta mengamuk.

Ada sebanyak 12 negara bagian yang memperlihatkan peningkatan angka rawat inap setidaknya 12 persen.

Baca: AS Dihantam Varian Omicron, Sumbang 73 Persen Kasus Baru Covid-19

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Covid-19 di sini



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer