Dikutip dari Cybex Kementerian Pertanian RI, jenis media tanam sangat beragam.
Media tanam yang baik wajib memenuhi persyaratan tertentu.
Yakni tidak mengandung bibit hama dan penyakit, bebas gulma, mampu menampung atau mengalirkan kelebihan air, remah dan porous.
Dengan demikian, akar bisa tumbuh dan berkembang menembus media tanam dengan mudah dan derajat keasaman (pH) antara 6 sampai 6,5.
Bahan untuk media tanam dapat dibuat dari bahan tunggal atau kombinasi.
Polybag atau pot adalah tempat menanam yang banyak diminati dan sangat cocok untuk menanam dalam skala kecil.
Selain, praktis dan murah, polybag akan mempermudah Anda jika ingin memindahkan tanaman ke tempat yang diinginkan.
Namun, yang harus diperhatikan saat menanam menggunakan polybag adalah media tanam yang baik untuk pertumbuhan tanaman secara maksimal.
Untuk membuat media tanam yang baik, perlu dipersiapkan tanah, pupuk kandang atau kompos dan sekam.
Tanah yang baik sebaiknya dari lapisan bagian (top soil).
Tanah berpasir punya kemampuan drainase yang baik, cepat mengalirkan air.
Hanya saja buruk dalam menyimpan air sebagai cadangan.
Sementara, tanah lempung lebih sulit ditembus air.
Tanah yang baik adalah berkarakter tidak terlalu berpasir dan tidak terlalu lempung, namun harus gembur.
Baca: Berkah Pandemi, Penjual Tanaman Hias Aglaonema di Sukoharjo Raup Untung Puluhan Juta per Bulan
Baca: 5 Jenis Tanaman Hias yang Cocok untuk Dekorasi Rumah, dari Sirih Gading hingga Dracaena
Kompos baik yang digunakan untuk media tanam adalah jenis kompos padat.
Kompos akan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air di saat kekeringan.
Kemudian, Kompos juga membuat tanah menjadi gembur dan cocok sebagai media tumbuh akar tanaman.