Kendati demikian, varian Omicron menimbulkan kekhawatiran besar karena menular dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat daripada varian Delta.
Kini sudah ada lebih dari 70 negara yang melaporkan kasus varian Omicron.
Dilansir dari The Washington Post, (18/12/2021), salah satunya adalah Afrika Selatan yang sekarang sedang menghadapi gelombang Omicron.
Seperti di negara lain, Omicron di Afrika Selatan tampaknya hanya menyebabkan infeksi ringan.
Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla mengatakan ada dua hal yang diduga menyebabkan Omicron hanya memunculkan infeksi ringan.
Baca: Menkes Budi Gunadi Laporkan 5 Probable Omicron di Indonesia: 2 di Jakarta, 3 di Manado
Baca: Mitigasi Penyebaran Lokal Omicron, Wisma Atlet Lockdown 7 Hari, Begini Penjelasan Kapuskes
Dua hal ini adalah vaksinasi dan adanya infeksi terdahulu.
"Kami percaya infeksi ringan itu mungkin belum tentu sekadar karena Omicron kurang ganas, tetapi kami percaya bahwa tingkat vaksinasi sekarang ini, dan kekebalan alami pada orang-orang yang telah terinfeksi virus, juga menambah perlindungan," kata Phaahla, Kamis (17/12/2021), dikutip dari Washington Post.
Dalam sebuah konferensi pers virtual, Michelle Gromme, pejabat Institut Nasional Penyakit Menular di Afrika Selatan, mengatakan tingkat rawat inap dan kematian di negara itu hanya naik sedikit.
Groome menilai kasus Covid-19 varian Omicron cenderung ringan karena karena sudah ada kekebalan pada orang-orang, dan bukannya karena tingkat keganasan virus itu sendiri.
Dia memperingatkan bahwa orang yang belum pernah terkena Covid-19 dan mendapat vaksinasi masih berisiko terkena infeksi parah akibat varian itu.
Baca: Varian Omicron Masuk Indonesia, Jokowi Minta Masyarakat Waspada dan Tidak Perlu Panik
Baca: Mengapa Omicron Bisa Menyebar Sangat Cepat? Studi Awal Berikan Penjelasan
Hasil penelitian di Afrika Selatan menunjukkan Omicron menyebabkan gejala lebih ringan daripada varian sebelumnya.
Namun, Omicron sepertinya lebih resistan terhadap kekebalan yang dimunculkan oleh vaksin Pfizer yang digunakan secara luas di negara itu.
WHO mengatakan gelombang Omicron yang kini mendera Afrika Selatan menyebabkan lebih sedikit kematian daripada gelombang sebelumnya.
Meski demikian, saat ini baru masuk periode awal gelombang. Oleh karena itu, bisa jadi ada perubahan pada pekan-pekan mendatang.
Baca berita lainnya tentang varian Omicron di sini