Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Muhammad Arkoun adalah seorang sarjana Islam dari Aljazair.
Ia adalah guru besar pemikiran Islam di Sorbonne, Prancis.
Arkoun banyak terpengaruh dengan filosof Prancis seperti Foucault dan Derrida.
Ia dikenal getol mengkritik nalar Islam yang masih didominasi oleh nalar Arab. (1)
Baca: Fazlur Rahman
Pendidikan
Ia lahir di Aljazair pada 2 Januari 1928.
Sejak kecil, ia biasa menggunakan tiga bahasa.
Pertama, bahasa Arab.
Kedua, bahasa Prancis.
Ketiga, bahasa Kabilia.
Ia menempuh pendidikan dasar di Kabilia.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Kota Oran, Aljazair.
Pada tahun 1950, ia menempuh pendidikan di Universitas Aljir.
Ia meraih gelar bahasa dan sastra Arab pada tahun 1954.
Baca: Seyyed Hossein Nasr
Ia menyelesaikan gelar sarjana sambil menjadi guru di pinggiran ibu kota Aljazair.
Ia melanjutkan pendidikan di Prancis dengan jurusan yang sama, yaitu Bahasa dan Sastra Arab.
Pada tahun 1969, ia merahi gelar doktor bidang sastra dari Universitas Sorbonne.
Karya Tulis
Beberapa karya Arkoun antara lain sebagia berikut.
Contribution a l`etude de l`Humanisme Arabe au IV/X siecle : Miskawayh philosophe et historien ; La pensee Arabe.
Lectures du Coran, Pour une crithique de la raison Islamiqhue; Essais sur lapensee Islamiqhue.
Aspects de la pensee musulmane classique.
L`Islam, hier, demain.
L`Islam, Religion et Societe,
Al-Fikr al-Islamy : Qiraah Ilmiyyah;
Baca: Muhammad Syahrur
AL-Fikr al-Islamy: Naqd wa al-Ijtihad;
Al-Islam : al-Akhlaq wa al-Siyasah; Min Faishal al-Tafriqah ilaa fasl al-Maqal.
Aina huwa al-Fikry al-Islamy al-Muashir;
Dan Tarikhy al-fikr al-Araby al-Islamy. (2)
Pemikiran
Arkoun ingin melakukan apa yang disebut dengan "Islamologi terapan".
Islamologi terapan adalah menerapkan metodologi ilmiah pada Alquran.
Ia ingin nalar Islam terbebas dari kejumudan, keterbatasan, dan ketertutupan sehingga Islam kembali menjadi sarana emansipasi manusia.
Baca: Muhammad bin Abdul Wahhab
Menurut Arkoun, hal tersebut hanya dapat dicapai jika pemikiran Islam membuka diri terhadap berbagai perkembangan mutakhir dari pemikiran “modern”.
Dengan kata lain, Arkoun mencita-citakan suatu penggabungan unsur nalar Islam dan dari nalar modern. (3)
Baca profil intelektual muslim lainnya di sini