Jamaluddin Al Afghani

Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jamaluddin Al Afghani


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jamaludin al-Afgani adalah tokoh pembaharu dari negara Afghanistan yang memiliki pemikiran unik dalam menanggapi dominasi Barat terhadap Islam.

Ia juga menyerukan ide pembentukan Pan Islamisme yang bertujuan mempersatukan dunia Islam, memperbaiki kondisi politik dan sosial, serta menyebarkan pemahaman agama yang benar di kalangan generasi muda.

  • Pendidikan


Ia lahir pada 1838 di Asadabad.

Sebagian meyakini ia lahir di Asadabad, Afghanistan, sebagian lagi meyakini ia lahir di Asadabad, Iran.

Waktu itu, ada dua nama Asadabad yang berbeda negara.

Ayahnya bernama Sayyid Syafdar.

Al-Afghani (Geotimes.id)

Afghani merupakan keturunan nabi dari Husein bin Ali bin Abi Thalib

Ia telah belajar berbagai ilmu seperti hadis, tafsir, tasawuf, filsafat, serta Bahasa Arab dan Persia.

Ia juga belajar ilmu-ilmu umum seperti matematika.

Pada usia ke 18, ia pergi ke India dan Makkah. (1)

Ia juga pernah belajar di Iran kepada Murtadha Al Anshari.

Ia juga melakukan pengembaraan untuk menuntut ilmu ke berbagai negara di dunia, seperti Hijaz, Mesir, Yaman, Turki, Russia, Inggris, dan Perancis.

Salah satu yang paling berkesan dari perjalanannya ini adalah kunjungan ke Mesir pada tahun 1869 dan di negeri ini ia memulai memunculkan pemikiran pembaruan.

  • Karir Politik


Pada usia ke 20, ia diangkat sebagai pembantu Pangeran Dost Muhammad Khan di Afghanistan.

Baca: Haedar Nashir

Pada tahun 1864, ia dipercaya sebagai penasihat Sher Ali Khan.

Tak lama kemudian, ia diangkat oleh Muhammad Azam Khan menjadi Perdana Menteri Afghanistan.

Pada masa itu, Inggris telah mencampuri hal-hal politik dalam negeri Afghanistan dan dalam pergolakan yang terjadi.

Afghani berada di pihak yang melawan Inggris.

Pada tahun 1869, karena kekuasaan Afganistan telah dikuasai Inggris, ia pergi ke India dan Mesir.

Ketika berada di Mesir, ia juga menentang kolonialisasi Inggris terhadap Mesir.

Sikapnya yang tegas terhadap penjajah membuatnya terusir dari Mesir pada tahun 1879.

Ketika berada di Mesir, ia bertemu dengan salah satu murid terbaiknya, Muhammad Abduh.

Abduhlah orang yang kelak menyebarkan pemahaman Afghani ke berbagai penjuru dunia.

Pada tahun 1876 ia bergabung dengan para politikus di Mesir.

Pada tahun 1879, ia membentuk suatu partai politik dengan nama Hizb al-Wathani (partai Kebangsaan).

Baca: Ahmad Dahlan

Dengan partai ini ia berusaha menanamkan kesadaran nasionalisme dalam diri orang-orang mesir.

Al-Afghani juga diakui sebagai seorang filosof, jurnalis dan sufi, namun yang lebih banyak dipublikasikan adalah sebagai seorang politikus. (2)

  • Pemikiran


Afghani melakukan pengembaraan ke berbagai tempat.

Ia fokus pada isu kemunduran umat Islam dan kemajuan Barat.

Baca: Muhammad Amien Rais

Bahkan, ia pergi ke jantung negeri Barat untuk melihat langsung sistem nilai kehidupan Barat.

Dari pengembaraannya, ia menyimpulkan beberapa hal yang menyebabkan kemunduran umat Islam.

Pertama, absolutisme dan despotisme penguasa umat Islam.

Kedua, sikap keras kepala dan keterbelakangan dalam hal ilmu pengetahuan.

Ketiga, korupsi, takhayul, dan bid'ah.

Keempat, penjajahan Barat.

Maka, Afghani menawarkan beberapa hal.

Pertama, memperbaiki pemahaman agama Islam.

Baca: Muhammad Abduh

Afghani melihat bahwa umat Islam mengalami problem tentang kesadaran dalam beragama.

Kedua, membangun pemerintahan Islam yang kuat.

Ketiga, membangun demokrasi, bukan otokrasi.

Keempat, gagasannya yang paling populer adalah tentang pan Islamisme atau persatuan dunia Islam.

Dampak dari Pan Islamismenya mampu menginspirasi dunia Islam sampai saat ini.

Bukti konkritnya, umat Islam mampu mewujudkan lembaga-lembaga resmi untuk kepentingan dunia Islam seperti OKI, CIC, dan lembaga lain yang dianggap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan umat Islam. (3)

(Tribunnewswiki.com/Yusuf)



Info Pribadi Filosof & Politisi Islam


Tempat Tanggal Lahir Asadabad Iran/Afghanistan, 1838


Meninggal Istanbul, 9 Maret 1897


Sumber :


1. www.kompas.com/stori/read/2021/07/01/060000079/jamaluddin-al-afghani-biografi-pemikiran-dan-ide-pembaharuan?page=all#page2
2. pps.unida.gontor.ac.id
3. ibtimes.id


Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer